E-DIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 10(2), 160-168 ISSN 2087-3565 (Print) dan ISSN 2528-5041 (Online) Available Online at http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas 160 Digitalisasi Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0: Refleksi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kabupaten Ponorogo Edi Irawan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo nawariide@iainponorogo.ac.id Received: 5 Januari 2019; Revised: 13 Juli 2019; Accepted: 4 September 2019 Abstract The presence of the 4.0 industrial revolution must be addressed and prepared very well, including the case for madrasas. Opportunities that exist actually have to be used as a whip of enthusiasm to improve and innovate so that madrassas are increasingly advanced and developing. The fact is, let alone to face the 4.0 industrial revolution, the existence of a website as a means of official information does not yet exist. This community service activity seeks to provide solutions for private madrassas in Ponorogo Regency that do not yet have a website. This community service uses the participatory action research approach. Technically, it is done through five stages of competition-based service which include preparation, training, mentoring, competition, and appreciation. The real result of this service activity is the existence of the official website of the assisted madrasa. The entire website was then held in competition between assisted madrasas with several race categories. Madrasas with the best websites in each category are announced and given appreciation for the abdimas award. Another indicator of the success of this community service program is the feedback from the assisted Madrasah Head. As many as 94% of madrasas stated that in general the implementation of community service activities was carried out very well. Keywords: appreciation, competition, madrasa, service, website. Abstrak Hadirnya revolusi industri 4.0 harus disikapi dan dipersiapkan dengan sangat baik, termasuk halnya oleh madrasah. Peluang yang ada justru harus dijadikan pelecut semangat untuk berbenah dan berinovasi agar madrasah semakin maju dan berkembang. Kenyataan yang ada, jangankan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, keberadaan website sebagai sarana informasi resmi saja belum ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya memberikan solusi bagi madrasah swasta di Kabupaten Ponorogo yang belum memiliki website. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan participatory action research. Secara teknis, dilakukan melalui lima tahapan pengabdian berbasis kompetisi yang meliputi persiapan, pelatihan, pendampingan, kompetisi, dan apresiasi. Hasil nyata kegiatan pengabdian ini adalah keberadaan website resmi madrasah dampingan. Seluruh website tersebut selanjutnya dilakukan kompetisi antar madrasah dampingan dengan beberapa kategori perlombaan. Madrasah dengan website terbaik pada masing-masing kategori diumumkan dan diberikan apresiasi pada kegiatan abdimas award. Indikator lain keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil umpan balik dari Kepala Madrasah dampingan. Sebanyak 94% madrasah menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan sangat baik. Kata Kunci: apresiasi, kompetisi, madrasah, pengabdian, website.