Tugas Mata Kuliah Dinamika Pesisir dan Laut ke-3 Perbedaan Dinamika Perairan Pesisir dan Perairan Laut Lepas Taufiq Ahmad Romdoni Secara umum dinamika yang terjadi di laut lepas lebih sederhana dibanding di perairan pesisir. Hal ini dapat disebabkan karena perairan di pesisir dipengaruhi oleh daratan. Pengaruh tersebut dapat berupa masukan air, bahan, atau senyawa dari daratan dan berupa kontur daratan seperti tanjung atau teluk. Pengaruh-pengaruh tersebut membuat dinamika antara laut lepas dan pesisir berbeda. Perbedaan tersebut saya kelompokkan berdasarkan parameter kualitas air maupun mekanisme yang terjadi di lautan. 1. Kualitas Air Perairan pesisir masih mendapatkan pengaruh dari daratan. Masukkan terebut terutama melalui muara sungai. Hal ini menyebabkan perairan pesisir memiliki karaktersitik kualitas air yang berbeda dengan lautan lepas. Contoh perbedaan kualitas air di antara perairan pesisir dengan lautan lepas adalah salinitas yang berbeda. Salinitas di perairan pesisir lebih rendah dibandingkan dengan salinitas di lautan lepas. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya pengaruh masukan air tawar dari muara sungai ke perairan pesisir. Masuknya air tawar ke perairan membuat salinitas menjadi lebih rendah. 2. Mekanisme Upwelling Mekanisme upwelling yang terjadi di perairan pantai dengan upwelling yang terjadi di laut lepas memiliki mekanisme yang berbeda. Proses upwelling di perairan pantai diawali dengan adanya angin yang sejajar dengan pantai. Angin tersebut kemudian memindahkan alih momentum dalam bentuk gaya gesekan angin ke permukaan laut sehingga arah arus laut menjadi searah dengan angin. Namun pengaruh angin tersebut tidak mencapai kedalaman seluruhnya sehingga terbentuk lapisan ekman. Pada lapisan yang paling dalam sudah tidak mendapatkan pengaruh angin lagi. Bersamaan dengan mekanisme lapisan ekman, air yang sejajar dengan pantai dan mengikuti arah angin tersebut kemudian dibelokkan arahnya menjadi menjauhi pantai. Massa air tersebut oleh mekanisme ekman transport akan dibawa menjauhi pantai sehingga pada lapisan tersebut massa air akan menjadi kosong. Terjadilah perbedaan gradien tekanan di antara tepi pantai dengan daerah lepas pantai karena adanya massa air yang menjauhi pantai. Adanya kekosongan massa air di tepi pantai membuat daerah itu perlu diisi lagi oleh massa air untuk kesetimbangan. Namun karena di sebelahnya merupakan wilayah daratan, maka massa air yang harus mengisi adalah massa air yang berasal dari bawah. Jika tidak ada daratan di sebelahnya, mungkin saja massa air akan diisi dari sebelahnya, namun karena daratan maka massa air yang mengisi berasal dari bawah. Akhirnya terjadilah proses upwelling atau naiknya masa air dari bawah ke permukaan.