Prosiding Seminar STIAMI Volume III, No. 01, Februari 2016 ISSN 2355-2883 57 KONSEP SUSTAINABLE DEVELOPMENT BERBASIS KEMITRAAN SEKTOR PUBLIK DAN BISNIS Bambang Irawan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI bambang.irawan@stiami.ac.id Abstract. As a concept which has opportunities and challenges, sustainable development needs to take a calculation for the social, ecological and economic together and holistic as a dynamic aspect. Therefore, it takes a viewpoint that is oriented towards achieving competitive advantage through partnership mechanisms. One of kinds in a partnership is Public-private partnerships. As a form of alliance in public and private sectors, it aims to develop public facilities in order to improve public services and have a positive impact for all parties working together. Keyword: sustainable development, partnerships, Public-Private Partnerships Abstrak. Sebagai sebuah konsep yang memiliki peluang sekaligus tantangan, sustainable development harus mempertimbangkan aspek sosial, ekologi dan ekonomi secara bersama- sama dan menyeluruh sebagai sebuah kajian yang dinamis. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sudut pandang yang berorientasi pada tercapainya keunggulan kompetitif melalui mekanisme kemitraan. Salah satu jenis dalam suatu kemitraan adalah kemitraan publik- swasta. Sebagai bentuk aliansi di sektor publik dan swasta, bertujuan untuk mengembangkan fasilitas umum dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan berdampak positif bagi semua pihak bekerja sama. Keyword : sustainable development, kemitraan, Public-private Partnerships Konsep sustainable development atau pembangunan berkelanjutan mengacu kepada upaya mempertahankan prinsip pembangunan yang berkesinambungan dari waktu ke waktu. Ada banyak definisi terkait sustainable development saat ini beredar dan banyak pula penafsiran yang berbeda telah diterapkan pada tataran praktis (Gibson, 2005). Memahami defenisi tentang sustainable development merupakan hal yang penting, karena memahami defenisi merupakan dasar dimana sarana (strategi, kebijakan dan mekanisme) dapat digunakan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, yang meliputi bagaimana manusia dan kondisi lingkungan menjadi kajian yang tidak pernah ada habisnya dan dapat dilihat atau dipahami sebagai dasar intervensi selanjutnya. Disiplin ilmu yang beraneka ragam memiliki pengaruh dan kontribusi pada dialog sustainable development. Masing- masing perspektif membuat asumsi yang berbeda tentang hubungan antara lingkungan dan manusia (Lee et al, 2000: 9), dan nantinya dapat dijadikan dasar untuk prioritas dan rekomendasi dalam hal