Vol. 2, No. 2, Tahun 2020 Jurnal ALTASIA 199 ISSN: 2655-965X Evaluasi Kesadaran Wisatawatan Lokal Mengenai Wisata Halal Pemandian Air Panas Garut Wati Susilawati 1 , Dini Turipanam Alamanda 2 , Agus Maoludin 3 , Risma Muhamad Ramdani 4 1234 Univeritas Garut, w.susilawati@uniga.ac.id ABSTRAK Garut dikenal sebagai kota yang memiliki kekayaan wisata air panas alami. Seiring dengan berkembangnya konsep wisata halal di berbagai daerah, Garut dengan mayoritas penduduk beragama islam dan aktivitas wisatanya masih didominasi wisatawan halal, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata halal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat Garut sebagai wisatawan lokal pemandian air panas Cipanas Garut mengenai wisata halal Garut. Dengan metode kuantitatif, pendekatan survey dengan penyebaran kuesioner terhadap 50 wisawatan dilakukan pada periode Januari – Juli 2019. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis konjoin dengan bantuan software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan lokal Garut masih menempatkan wisata halal sebagai urutan terakhir dibandingkan dengan daya tarik wisata, fasilitas wisata, persepsi wisata maupun keterjangkauan lokasi wisata untuk wisata pemandian air panas Cipanas Garut. Temuan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi mengenai pentingnya edukasi indikator wisata halal yang selama ini dilakukan oleh kementrian pariwisata Indonesia, bagi pemangku kepentingan wisata halal di Kabupaten Garut. Kata Kunci: Preferensi Wisatawan, Wisata Halal, Wisata Pemandian Air Panas ABSTRACT Garut is known as a city that has a wealth of natural hot spring tourism. Along with the development of the concept of halal tourism in various regions, Garut with the majority Muslim population and tourism activities are still dominated by local tourists, is preparing to become part of the development of halal tourism in Indonesia. The purpose of this study is to determine the preferences of the Garut community as local tourists in the Cipanas Garut hot spring toward halal tourism in Garut. Using quantitative method, a survey with the distribution of questionnaires to 50 local tourists was conducted in the period January - July 2019. The data collected was then analyzed using conjoint analysis with the help of SPSS 22 software. The results show that local tourists in Garut still placed halal tourism as the last order compared to tourist attractions, tourist facilities, tourist perceptions and affordability of tourist sites for Cipanas Garut hot spring tourism. The findings could be used as material of evaluation on the importance of education indicators for halal tourism which has been carried out by the Indonesian Ministry of Tourism for halal tourism stakeholders in Garut Regency . Keywords: Tourist Preferences, Halal Tourism, Hot Spring Tourism Naskah diterima: 9 September 2019, direvisi:14 November 2019, diterbitkan: 15 Februari 2020 PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang saat ini sedang berkembang dengan pesat di seluruh penjuru dunia dan pariwisata juga memiliki kontribusi di dalam peningkatan perekonomian suatu Negara (Danudarman & Rahmatika, 2014) Indonesia sendiri berada di posisi kedua setelah Malaysia yang berada di urutan pertama, negara yang dikunjungi wisatawan muslim di dunia adalah Malaysia, Indonesia, Jepang, Thailand, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan India (Kompas, 2017) Kementerian Pariwisata menyiapkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) sebagai panduan pengembangan pariwisata halal nasional secara terintegrasi. Arief Yahya mengatakan pada tahun 2019 wisata halal Indonesia ingin jadi yang terbaik sehingga pada bulan September 2018 Indonesia akan meluncurkan IMTI sehingga ekosistem wisata halal terkondisi, Indonesia untuk bisa menyesuaikan standar yang di rekognisi global (Pratiwi & Yulianto, 2018). Wisata Halal dapat berarti berwisata ke destinasi maupun atraksi pariwisata yang yang memiliki nilai-nilai Islam termasuk makanannya halal,