SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT SUKU TORAJA YUSMI CUDDI Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar ABSTRAK Suku toraja merupakan suatu yang tinggal di Sulawesi selatan kabupaten tana toraja. Tana Toraja merupakan salah satu daerah yang unik dan terkenal dengan adat istiadatnya yaitu upacara rambu tuka’ (pesta syukuran) dan rambu solo’ (pesta kematian). Dikedua pesta adat ini dilakukan pemotongan ternak baik kerbau, babi, dan ternak lainnya. Pada pesta syukuran (rambu tuka’) umumnya ternak yang dipotong tidak sebanding dengan ternak yang dipotong pada pesta (kematian) rambu solo’. Jumlah ternak yang dipotong pada pesta rambu tuka’ tergantung dari kesepakatan keluarga yang melaksanakan pesta. Dan keunikan tersebut tetap mampu mempertahankan eksistensi terutama karena kuatnya unsur kepercayaan lama. telah menganut agama Kristen dan Islam, namun kepercayuaan baru tersebut tidak membuat mereka melepaskan diri dari ikatan kepercayaan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo. Ada dua upacara yang sangat dominan dari tradisi Aluk Todolo daiam kehidupan masyarakat setempat yaitu Rambu Tuka dan Rambu Solo, yang pertama merupakan keberuntungan sedang yang kedua berkaitan dengan duka. Kata kunci: Rambu solo, Rambu tuka, Aluk tudolo. 1. PENDAHULUAN Negara Indonesia akan kaya sumber daya alam yang sangat berlimoah dan memiliki bergabagi suku dan juga kebudayaan. Salah satu keunikan kebudayaan dindonesia adalah suku toraja yang memiliki banyak tradisi. Kebudayaan adalah serangkaian pemahaman dan kesadaran yang sedang dikonstruksi yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk menginterpretasi dunia sekelilingnya. Semacam alat atau serangkaian skenario yang anggota – anggota masyarakat pakai untuk melaksanakan kehidupan sehari-harinya (Fox 1990). Setiap kebudayaan bersifat kompleks. Kom-pleksitas kebudayaan dapat dilihat dalam hal-hal berikut ini. Setiap kebudayaan terdiri atas lapisan-lapisan yang dibedakan ke dalam tiga sistem yang saling berhubungan yaitu sistem pengetahuan dan kepercayaan, sistem nilai dan sistem makna, serta sistem perilaku sebagai perwujudan pengetahuan dan nilai. Dulu, upacara ini hanya mampu dilaksanakan oleh keluarga bangsawan dan hanya kaum bangsawan yang berhak memperoleh pesta penguburan secara besar-besaran. Namun seiring dengan perkembangan ekonomi, strata sosial tidak lagi berdasarkan pada keturunan