BASIS PENGETAHUAN DAN MESIN INFERENSI TANAMAN SAGU Zulkifli, Muhammad Nur B.Herawan Hayadi, Muhammad Ropianto Information Engineering Program, University of Ibnu Sina, Indonesia 1710128262205@uis.ac.id, b.herawan.hayadi@gmail.com, ropianto@uis.ac.id ABSTRAK Tanaman sagu merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang cukup potensial di Indonesia khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi hingga saat ini pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sagu belum maksimal. Disinilah peranan pakar di bidang hama dan penyakit diperlukan.Tapi mengingat perbandingan antara jumlah pakar dan petani yang tidak seimbang maka diperlukan sebuah sistem pakar yang memiliki kemampuan layaknya pakar dalam membantu petani untuk mengidentifikasi hama dan penyakit pada sagu. Mekanisme dari sistem pakar tanaman sagu ini adalah dari metode penelusuran forward chaining. Kata kunci : Sagu, Sistem Pakar, Forward Chaining 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu potensi utama negara Indonesia terletak pada bidang pertanian, dimana Indonesia adalah negara tropis dengan kekayaan flora dan fauna yang bervariasi,sangat ironis dengan kondisi Indonesia yang belum mempunyai ketahanan pangan dan energi. Fenomena ini terjadi karena Indonesia terlalu bergantung pada beras sebagai makanan pokok, padahal Indonesia mempunyai tanaman asli asal Indonesia yang bisa menjadi alternatif pengganti beras. Tanaman tersebut adalah sagu (Metroxylon sago Rotbr). Di Indonesia terdapat 21 juta hektar lahan potensial untuk tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan pangan ini, dan sagu dapat pula dijadikan sebagai sumber energi alternatif(Amarillis, Shandra; Bintoro, M.H ; Lontoh, Adolf Pieter 2009).