111 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH SAINS GURU SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT Putut Marwoto, Achmad Sopyan, Suharto Linuwih, Bambang Subali, Ellianawati Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang Email: pmarwoto@yahoo.com Abstrak. Menulis artikel ilmiah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena merupakan kegiatan ilmiah yang dapat mengkomunikasikan hasil hasil pemikiran, penelitian dan pengabdian yang dilakukakan oleh sivitas akademika. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan menulis artikel ilmiah dalam bidang sains guru SD se-Kecamatan Gunungpati Semarang. Terdapat 3 kegiatan utama pada pengabdian ini, yaitu pertemuan pertama pelatihan menulis artikel ilmiah sains dengan memberikan contoh dan reviu kritis cara menulis. Kegiatan kedua dengan memberikan penugasan untuk membuat poin inti menulis artikel ilmiah sains, dan kegiatan ketiga melakukan pendampingan untuk memberikan konsultasi artikel ilmiah sains yang akan dibuat. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian dan hasil uji gain ternormalisasi tampak bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah sains guru SD melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini sebesar 0,74 (kategori tinggi). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah sains guru SD di Kecamatan Gunungpati Semarang. Kata kunci : artikel ilmiah sains, pengabdian masyarakat, Sekolah Dasar. PENDAHULUAN Seiring dengan diterbitkannya UU Guru dan Dosen tahun 2006, dan implementasi dari isi yang termaktub dalam undang – un- dang tersebut, maka guru dan dosen ditun- tut meningkatkan profesionalismenya. Ada beberapa aspek yang dituntut peningkatan profesionalime, salah satunya yaitu pening- katan kemampuan guru/dosen melalui karya ilmiah/hasil penelitian. Jumlah Guru SD/MI di Kecamatan Gunungpati cukup banyak, dan rata-rata belum perpendidikan S1 PGSD. Se- dangkan sesuai dengan UU Guru dan Dosen untuk menjadi guru yang profesional di SD harus memiliki kualifkasi S1 PGSD. Kondisi yang kontra produktif seperti ini juga tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Berbagai usaha yang telah ditempuh pemerintah, misalnya memberi biasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, atau dengan mengi- kuti pelatihan-pelatihan. Berdasarkan informasi dari UPTD Dinas Pendidikan Kec. Gunungpati dan melaku- kan need assessment awal (Ellianawati, dkk: 2012), diperoleh data tentang kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sangat min- im. Hal ini disebabkan antara lain 1) Pengeta-