1 SITUS-SITUS ARKEOLOGI PADA MASA KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM Oleh: Retno Purwanti Balai Arkeologi Sumatera Selatan nretnopurwanti@yahoo.com 1. Latar Belakang Berdasarkan latar belakang sejarahnya Palembang memiliki rentang waktu panjang, yaitu sejak masa Kerajaan Sriwijaya sampai masa kesultanan Palembang, tidak mengherankan jika di kota Palembang ditemukan situs-situs arkeologi yang berasal dari masa tersebut. Situs-situs dari masa Sriwijaya itu antara lain: situs Kedukan Bukit, situs Karanganyar, situs Ladangsirap, situs Kambangunglen, situs Sarangwati, situs Bukit Siguntang, situs Lorongjambu, situs Lebakkranji, situs Kambangpurun, situs Kolam Pinisi, situs Air Bersih, situs Boombaru, situs Telaga Batu, situs Gedingsuro, situs Candi Angsoka, situs Pagaralam, dan situs Sultan Mahmud Badaruddin II. Situs- situs tersebut merupakan situs keagamaan dengan temuan berupa prasasti, sisa-sisa bangunan, manik-manik, arca, stupika tanah liat dan pecahan keramik Cina. Sementara situs-situs dari masa kerajaan-kesultanan Palembang berupa kompleks pemakaman para raja-sultan, bangunan masjid dan kraton. Di Palembang sendiri ditemukan tidak kurang dari 8 kompleks pemakaman para raja dan sultan yang semuanya terletak di daerah seberang ilir. Kedelapan pemakaman tersebut adalah kompleks makam raja-raja dan sultan-sultan di Candi Walang, Sabokingking, Kebon Gede, Kawah Tengkurep, Kompleks Pemakaman Ki Gede Ing Suro di 3 Ilir, makam Madi Ing Angsoka di jl. Candi Angsoka dan makam Madi Alit di Belakang RS. Charitas dan kompleks makam Sultan Agung di 3 Ilir. Bangunan masjid yang masih tersisa sampai saat ini adalah Masjid Agung Palembang, sedangkan bangunan kraton adalah Benteng Kuta Besak. Selain tinggalan-tinggalan itu masih ditemukan tinggalan lain berupa permukiman dan pemakaman keluarga sultan, seperti Kompleks Talangkerangga, Makam Panembahan, Makam Panembahan Hamim, Makam Pangeran Nangling, dan sebagainya. Toponimi-toponimi yang menunjukkan permukiman di masa kesultanan