I Negah Lanus 1) , I Nyoman Susanta 2) , dan Gede Windu Laskara 3) - Identifikasi Bentuk, Struktur, dan Kontruksi Bale Meten Sakaulu pada Arsitektur Tradisional Bali di Desa Gunaksa, Klungkung. 1 IDENTIFIKASI BENTUK, STRUKTUR, DAN KONTRUKSI BALE METEN SAKAULU PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI DI DESA GUNAKSA - KLUNGKUNG I Nengah Lanus 1) , I Nyoman Susanta 1) , Gede Windu Laskara 1) 1) Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana polanusa@yahoo.com ABSTRACT Bale meten sakaulu is one of building units in traditional Balinese house with similar function to bale daja. Despite it has a similar function, bale meten sakaulu have different shapes and structures than other kinds of „bale meten/bale daja‟ buildings. Bale meten sakauluis one of the oldest buildings in traditional Balinese architecture, as evidenced by its characteristics, such as : 1)its shape, structure, and constructionis very simple but functional; 2) aesthetic aspect is not a main concern on the room interior; 3) minimum access of lighting and airing into room, because there is no other activities then sleep. Now, this building rarely found because it has been replaced by other types of „bale meten‟, the original ones of bale meten sakaulu built when royal system is still valid. Set by royal rules, „bale meten sakaulu‟ is a type of „bale meten‟ that used by common people. This research describes indentification of shape, structure, and construction of „bale meten sakaulu‟ in Gunaksa, Klungkung. Done by comparative descriptive, with obeservation and field study from two sample of bale meten sakaulu. Research goal to for documentation of ancient balinese architecturen before its extinct due to architecture global change. Keywords: shape, structure, contruction, bale daja, sakaulu, traditional balinese architecture. ABSTRAK Bale meten sakauluadalah salah satu unit bangunan yang berfungsi sebagai bale dajapada rumah tradisional Bali. Walaupun memiliki fungsi yang sama, bale meten sakulumemiliki perbedaan bentuk dan struktur dengan bangunan bale meten/bale daja‟ pada umumnya. „Bale sakauluuntuk fungsi „meten‟ mempunyai bentuk memanjang dengan menggunakan atap pelana, sedangkan bale sakaulu pada fungsi lainnya cenderung berbentuk segi empat dengan penggunaan atap limas. Bale meten sakauluadalah salah satu bangunan tertua (kuno) di Bali dengan ciri-ciri : 1)bentuk dan kontruksi sangat sederhana namun fungsional; 2)belum memikirkan faktor estetika pada ruang dalam; 3) minim pencahayaan dan penghawaan karena fungsinya hanya tempat beristirahat/tidur. Saat ini, bangunan ini jarang ditemui, karena telah terganti bale metenjenis lain, yang asli hanya dibangun pada saat sistem kerajaan masih berlaku. Aturan kerajaan, bale meten sakauluini adalah jenis bangunan „bale meten‟ yang diperuntukan bagi kalangan rakyat biasa. Penelitian ini memaparkan tentang identifikasi bentuk, struktur, dan kontruksi dari bale meten sakaulu yang terdapat di Desa Gunaksa, Klungkung. Pemaparan dilakukan secara desktiptif komparatif, dengan metode observasi dari dua sampel. Tujuan penelitian ini untuk dokumentasi arsitektur bali kuno sebelum benar-benar punah akibat perubahan global dalam arsitektur. Kata Kunci: bentuk, struktur, kontruksi, bale daja, sakaulu, arsitektur tradisional bali. PENDAHULUAN Kata Bale merupakan bahasa Bali yang bisa mempunyai dua arti yakni bale bisa berarti bangungan dan bale juga bisa berarti tempat tidur atau tempat duduk (Gelebet, 1985). Nama sakaulu berasal dari kata Saka = tiang atau kolom bangunan bali, dan kata ulu berasal dari kata wolu yang berarti delapan. Bangunan bale meten sakaulu sering juga disebut sebagai bale daja karena letaknya disisi kaja , kaja yang berasal dari kata keadyayang artinya mengarah ke gunung. Letak dari bale meten ini secara orientasi adalah terletak paling dekat dengan gunung dibandingkan dengan bale-bale lainnya. Di Bali letak gunung diasosiasikan dengan arah mata angin utara, sehingga bale meten letaknya diutara. Bale meten merupakan salah unit bangunan yang berfungsi sebagai tempat tidur. Saat ini cukup sulit ditemukan bale meten sakaulu, dengan keunikannya, bale ini mempunyai bentuk tersendiri dibandingkan dengan bale sakaulu yang berfungsi lainnya. Bale sakaulu untuk meten mempunyai bentuk memanjang dengan kecenderungan menggunakan atap pelana, sedangkan bale sakaulu pada fungsi lainnya relatif berbentuk segi empat dengan penggunaan atap limas. Klungkung merupakan tempat titik awal berkuasanya dinasti Majapahit di Bali, yang konon membawa banyak pengetahuan tentang kontruksi bangunan dari tanah Jawa (Ardika, et,al, 2013). Klungkung