MEMBACA EKSPERIMENTASI VISUAL DALAM LUKISAN I KETUT GEDE SINGARAJA Dewa Gede Purwita, S.Pd., M.Sn. Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Desain Bali Email: dewagdepurwita@std-bali.ac.id ABSTRAK Abad ke-19, lebih spesifik pada pertengahan 1800 merupakan masa eksperimental dalam lini masa sejarah seni rupa Bali. I Ketut Gede Singaraja menjadi pionir di dalamnya, atas bantuan Van der Tuuk sebagai tokoh yang memberikan bantuan medium baru yaitu kertas, pensil dan cat air kepada para pelukis yang ikut menyumbang lukisan sebagai ilustrasi proyek ambisiusnya yaitu kamus Kawi-Bali- Belanda. Kehadiran medium baru ini memberikan ruang bebas bagi pelukis salah satunya I Ketut Gede Singaraja melakukan ekspresinya sehingga lahirlah karya lukisan dengan tanda-tanda kuat mengacu kepada eksperimentasi visual. Pentingnya pembacaan eksperimen visual dalam karya I Ketut Gede Singaraja guna memahami sejauh mana kehadiran medium baru mempengaruhi ekspresi seniman dalam menciptakan sebuah karya. Metode penulisan mempergunakan deskriptif kualitatif dengan analisis visual. I Ketut Gede berhasil meramu dialek visual seni rupa Bali menjadi sangat khas dan kemudian disebut dengan idiolek. Eksperimentasinya dapat dibaca melalui tanda-tanda yang hadir pada tiap elemen lukisannya semisal yang paling menonjol adalah plastisitas figur, warna, komposisi dan fragmen narasi tunggal. Kata kunci: eksperimentasi, lukisan, I Ketut Gede Singaraja, seni rupa Bali. ABSTRACT The 19th century, more specifically in the mid-1800, was an experimental period in the historical timeline of Balinese art. I Ketut Gede Singaraja became a pioneer in it, with the assistance of Van der Tuuk as a figure who provided new mediums of assistance, namely paper, pencil and watercolors to painters who contributed paintings as illustrations of his ambitious project, the Kawi-Bali-Dutch dictionary. The presence of this new medium provides free space for painters, one of whom I Ketut Gede Singaraja made his expression so that the painting was born with strong signs referring to visual experimentation. The importance of reading visual experiments in I Ketut Gede Singaraja's work to understand the extent to which the presence of a new medium influences the expression of artists in creating an artwork.The writing method uses descriptive qualitative with visual analysis. I Ketut Gede succeeded in concocting a visual dialect of Balinese art to become very distinctive and was later called an idiolek. His experiment can be read through the signs that are present in each element of his painting such as the most prominent is the plasticity of figures, colors, composition and fragments of a single narrative. Keywords: experimentation, painting, I Ketut Gede Singaraja, Balinese art. 1. LATAR BELAKANG Vickers menyatakan di dalam bukunya bahwa masa eksperimental seni rupa Bali berlangsung pada abad ke-19. Pernyataan ini disampaikan berdasar pada koleksi Van der Tuuk di Perpusatakaan Leiden- Belanda, satu nama yang hingga kini masih misterius yaitu I Ketut Gede Singaraja sebagai pionir eksperimentasi, dibaca melalui namanya tentu saja ia dari wilayah Bali Utara yang secara spesifik di seputaran kota Singaraja. Meskipun dalam konteks karya-karya lukisannya yang dibuat di atas kertas dengan medium cat air, tidak dipungkiri karya lukisannya ditujukan memang untuk mengilustrasi suatu teks. Akan tetapi pembacaan