FAKTA SEJARAH DI BALIK SINEMA BOLLYWOOD JODHA AKBAR Bagi para penggemar film dan serial Bollywood di Indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan Sinema Jodha Akbar.Tayang perdana pada tahun 2013 di ANTV, serial ini menjadi populer di kalangan masyarakat karena kisahnya yang romantis dan mengharukan. Kisahnya yang memiliki sejarah, menjadi salah satu faktor bagi para penggemar serial India yang mengikuti jalannya kisah percintaan dari India di abad ke-16. Berlatar di kerajaan Mughal pada abad 16, terselip kisah percintaan antara dua pemeran utama: Ratu Jodha Bai dan Raja Jalaludin Akbar. Serial ini berfokus pada pernikahan politik antara keduanya yang awalnya saling benci hingga berujung cinta. Dari kisah ini, kita bisa menonton sekaligus belajar sejarah, yang pada saat itu menjadi salah satu perubahan politik di India. Berawal dari kisah inilah terbentuk salah satu keajaiban dunia yang dikenal sebagai Taj Mahal. Sebelum menonton, berikut fakta-fakta sejarah yang terdapat di serial Jodha Akbar: 1. Demi Politik dan Kisah Cinta Beda Agama Berawal dari kisah Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar yang dikenal memiliki toleransi tinggi dalam setiap perbedaan, terutama agama. Sultan Akbar yang beragama islam, menikahi seorang ratu beragama Hindu dari Rajput, Ratu Jodha Bai. Pernikahan yang awalnya didasari oleh kepentingan politik antara kerajaan Mughal dan Rajputs, membuat pernikahan Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar dan Ratu Jodha Bai tidak didasari oleh cinta, melainkan politik demi menyelamat kan kerajaan Rajputs dan memperkuat aliansi antara dua kerajaan. Namun, perbedaan keyakinan di antara keduanya bukanlah halangan untuk keduanya melangsungkan pernikahan. 2. Ratu Jodha Bai Sebagai Istri Ketiga Sebelum menikahi Ratu Jodha Bai, Sultan Jalaluddin Akbar telah memiliki 2 istri. Pertama adalah Ruqaia Sultan Begum dan memiliki satu orang anak yang kemudian meninggal dunia. Istri kedua bernama Salima Sultan Begum, seorang janda yang pernah menikahi Beiram Khan, perceraian terjadi karena Salima tak dapat memberikan keturunan untuk Bairam Khan. 3. Ratu Jodha Bai Sebagai Penganut Hindu yang Taat Setelah pernikahan terjadi, Ratu Jodha tetap menjadi penganut Hindu yang taat, meski suaminya adalah seorang Sultan di sebuah kerajaan Islam. Bukti Sultan Jalaluddin Akbar bertoleransi adalah saat ia mengizinkan istrinya memiliki ruang ibadah dan dibangunkan candi di dalan istana Kerajaan Mughal. Selain itu, Sultan dan anggota kerajaan lainnya mengizinkan Ratu Jodha untuk beribadah secara tenang tanpa gangguan atau urusan kerajaan yang tidak mendesak. Ia juga dipersilahkan untuk merawat Candi yang berada di dalam sebuah istana keislaman. 4. Pemberian Gelar Uz-Zamani Saat setelah Ratu Jodha melahirkan Pangeran Jahangir yang merupakan pewaris takhta Kerajaan Mughal, ia dianugerahi julukan Mariam Uz -Zamani. Gelar tersebut diberikan oleh seorang istri raja yang telah melahirkan seorang pewaris takhta.