Al-Muzakki: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol.1, No.1, Agustus 2019, 1-14 JCCS, Vol.x, No.x, July xxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 ◼ 1 Received June 1 st ,2012; Revised June 25 th , 2012; Accepted July 10 th , 2012 Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Keteladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq Budi Yahya Haerudin 1 dan Muh. Arif 2 1 Mahasiswa Magister Prodi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2 Prodi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo, email: 1 buyaku82@gmail.com, 2 muharif@iaingorontalo.ac.id Abstrak Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami dekadensi moral, oleh karena itu pemerintah mencanangkan program pendidikan karakter untuk mengantisipasi krisis moral yang lebih serius. Dalam pendidikan Islam, karakter merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan karakter yang sesuai dengan al-Qur’an mutlak dilakukan dalam kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Di dalam al-Qur’an terdapat beberapa nilai karakter yang dapat ditanamkan, dalam melaksanakan pendidikan Islam. Rasulullah saw., sebagai pembawa risalah Allah swt., dibekali oleh mukjizat yang abadi yakni al-Qur’an, yang secara langsung disampaikan kepada para sahabat, salah satu diantaranya adalah Abu Bakar ash-Shiddiq yang termasuk al-sâbiqûna al-awwalûn (orang-orang yang pertama masuk Islam), yang mana nilai-nilai tersebut tentunya akan lebih relevan dan sejalan dengan tujuan pendidikan Islam masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui; 1) nilai-nilai pendidikan karakter dalam kehidupan Abu Bakar ash-Shiddiq; 2) kontribusi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kehidupan Abu Bakar ash-Shiddiq terhadap lembaga pendidikan Islam saat ini. Penelitian ini menggunakan Metode Riset Kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Sebagai data primer diambil dari al-Qur’an, dan buku-buku sejarah yang relevan dengan tema penulisan, serta data sekunder sebagai bahan pendukung. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa nilai- nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kehidupan Abu Bakar ash-Shiddiq meliputi: siddiq merupakan sebuah kenyataan yang tercermin dalam perkataan, perbuatan atau tindakan, dan keadaan yang ada pada diri Abu Bakar, tawadhu adalah sebuah sikap kerendahan hati dalam menghadapi segala sesuatu yang dihiasi dengan rasa keyakinan yang istiqamah, (konsisten). selanjutnya zuhud dan wara’ adalah sebuah sikap spiritual yang tinggi dalam menjaga jasad dan batinnya dari hal-hal kesenangan dunia dan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt., dan hakîm adalah sebuah upaya merealisasikan pesan atau misi tertentu yang dilakukan dengan pendekatan yang bijak. Keempat nilai pendidikan karakter tersebut dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Keteladanan, Abu Bakar ash-Shiddiq Abstract The Indonesian nation is currently experiencing moral decadence, therefore the government has launched a character education program to anticipate a more serious moral crisis. In Islamic education, character is one part that is very much considered in the Qur'an. Therefore, the development of character education in accordance with the Qur'an is absolutely necessary in life, especially in the field of education. In the Qur'an there are many character values that can be instilled in implementing Islamic education. The Messenger of Allah as the bearer of the message of Allah Almighty was provided with an eternal miracle namely the Koran which was directly conveyed to the Companions, one of which was Abu Bakr ash- Siddiq which included al-Saabiquuna al-Awwaluun (those who first converted to Islam ), of which these values will certainly be more relevant and in line with the goals of today's Islamic education. This study aims to determine; 1) character education values in the life of Abu Bakr ash-Shiddiq; 2) the contribution of character education values in the life of Abu Bakr al-Shiddiq towards Islamic education institutions today. This study uses the Library Research Method (library research) with qualitative descriptive analysis techniques. As primary data taken from the Qur'an, and historical books that are relevant to the theme of writing. As well as secondary data as supporting material. The results of this study indicate that