MENIMBANG KEJUJURAN AKADEMIK KAUM ORIENTALIS DALAM KAJIAN KEISLAMAN Oleh: Prof.Thoha Hamim,Ph.D Pendahuluan Kajian Islam yang dilakukan para orientalis seringkali dipandang oleh kalangan Muslim tidak untuk memahami Islam secara benar, tetapi untuk mendeskreditkannya. William G. Millward, misalnya, menemukan kecurigaan kalangan Muslim terhadap kejujuran akademik kaum orientalis tadi dalam banyak literatur yang mereka tulis. Millward membandingkan, berbeda dengan penulis Muslim Arab yang biasanya lebih rasional dalam mengkritisi hasil kajian para orientalis tentang Islam, penulis Muslim Iran umumnya sangat apologetik, hingga kritik mereka terkesan emosional dan tidak argumentatif. 1 Penulis Muslim yang mempertanyakan kejujuran akademik para orientalis tersebut terutama meragukan objektifitas kajian mereka tentang al-Qur’an serta Nabi Muhammad saw. Para penulis Muslim ini menganggap bahwa sanggahan terhadap hasil penelitian mereka yang sangat merugikan Islam tersebut harus dilakukan, agar ajaran Islam bisa dikembalikan kepada pemahaman yang autentik, sebagaimana yang diyakini oleh pemeluknya. 2 Secara sederhana, kata orientalis bisa diartikan “seseorang yang melakukan kajian tentang masalah-masalah ketimuran, mulai dari sastra, bahasa, sejarah, antropologi, sosiologi, psikologi sampai agama dengan menggunakan paradigma Eurocentrisme, hingga menghasilkan konklusi yang distortif tentang objek kajian dimaksud.” Perkembangan orientalisme moderen berawal dari kajian terhadap Islam sebagai 1 William G. Millward, “The Social Psychology of anti-Iranology,” Iranian Studies, 8 (1975), 52. 2 Donald P. Little, “Three Arab Critiques and Orientalism,“ Muslim World, 69 (1979), 110. Lihat juga Muhammad Khalifa, The Sublime Qur’an and Orientalism (London: Longman, 1983), ‘Abidin Muhammad al-Sufyani, al-Mushtashriqun wa Man Tabi’ahum wa Mawqifuhum fi Thibat al-Shari’ah wa Shumuliha: Dirasah Tatbiqiyah (Mekah: Maktabat Manarah, 1988), Mithal Jaha, al-Dirasah al-‘Arabiyah wa al- Islamiyah fi Awruba (Beirut: Matba’at al-Ittihad al’Arabi, t.t.), Mahmud Hamdi Zaqzuq, al-Istishraq wal al-Khalfiyah al-Fikriyah (Doha: Mu’assasat al-Risalah, 1985).