PENGARUH BAHASA DAERAH DI PULAU JAWA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA ANAK USIA 6 SAMPAI 12 TAHUN Wita Eka Putri Cahyani Mahasiswa S1/PGSD Rombel E/Calon Sarjana Unnes witaeka18@students.unnes.ac.id Abstrak: Artikel ini bertujuan sebagai berikut: 1) mendeskripsikan pengaruh bahasa daerah di Jawa terhadap penggunaan bahasa Indonesia anak usia 6 sampai 12 tahun; 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia anak usia 6 sampai 12 tahun oleh bahasa daerah di Pulau Jawa; dan 3) mengidentifikasi dampak positif dan negatif adanya ragam bahasa daerah di Pulau Jawa terhadap penggunaan bahasa Indonesia anak usia 6 sampai 12 tahun. Sumber data diperoleh dari anak usia 6 sampai 12 tahun di Desa Teleng, Pacitan, Jawa Timur dan referensi di internet. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, dalam berbahasa Indonesia umumnya anak usia 6 sampai 12 tahun sangat dipengaruhi oleh bahasa daerah di Pulau Jawa. Kedua, yang mempengaruhi hal tersebut disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat di tempat anak itu tinggal. Ketiga, dampak positif adanya ragam bahasa daerah di Pulau Jawa terhadap penggunaan bahasa Indonesia anak usia 6 sampai 12 tahun seperti menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi di kalangan anak, sedangkan dampak negatifnya anak menjadi kurang paham menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah di Pulau Jawa. Dalam menggunakan bahasa Indonesia, umumnya anak usia 6 sampai 12 tahun sangat dipengaruhi oleh adanya keragaman bahasa daerah di Pulau Jawa. Kata Kunci: bahasa daerah Jawa, penggunaan, bahasa Indonesia I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pulau Jawa adalah bagian dari wilayah Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Pulau Jawa memiliki 6 provinsi yang masing-masing provinsi ini memiliki ragam bahasa daerah tersendiri. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan sangat penting, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Di sisi lain, Pulau Jawa yang dikenal sebagai pulau yang paling padat penduduknya dengan ragam bahasa daerahnya mengakibatkan banyak masyarakat Pulau Jawa menggunakan bahasa Indonesia sekaligus bahasa daerah sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa daerah sangat bermanfaat bagi pemakainya, terutama sebagai alat komunikasi antarsesama sehingga memungkinkan terjadinya saling pengertian, saling sepakat dan saling membutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, bahasa daerah