Indra Gunawan 1 , Variasi Rasio Berat Kitosan-Natrium Tripolifosfat Dalam Preparasi 1 Dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan-Naringenin VARIASI RASIO BERAT KITOSAN-NATRIUM TRIPOLIFOSFAT DALAM PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL KITOSAN-NARINGENIN Indra Gunawan 1* , Muhammad Ridho Pangestu 2 , dan Ulpha Nurliya Putri 3 1 Program Studi Teknik Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Jambi 2 Program Studi Teknik Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Jambi 3 Program Studi Teknik Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Jambi email: nazarudin@unja.ac.id ABSTRAK Naringenin memiliki aktivitas farmakologi yang luas. Penyebab pemanfaatan naringenin kurang dikembangkan yaitu Bioavailabilitasnya yang cukup rendah. Preparasi nanopartikel dapat meningkatkan bioavailabilitas naringenin. Kitosan sebagai polimer untuk nanopartikel memiliki sifat yang ideal seperti nontoxic, biokompatibel, biodegradabel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula optimum kitosan dan NaTPP dalam nanopartikel kitosan-naringenin berdasarkan entrapment efisiensi (EE) menggunakan desain faktorial. Kitosan (C6H11NO4)n merupakan bahan baku utama yang di gunakan dalam penelitian ini dengan berat molekul yang relatif rendah yaitu memiliki derajat ≥75 (Sigma-Aldrich, St.Louis, MO, USA), Naringenin (Sigma-Aldrich, St.Louis, MO, USA), tween 80 (PT. Bratachem), akuademineralisata (Otsuka), Natrium Tripolifosfat (Sigma- Aldrich, St.Louis, MO, USA), etanol 96%, dan asam asetat glasial. Dalam penelitian ini, nanopartikel kitosan- naringenin dipreparasi dengan berbagai rasio massa, 6:1, 10:1, 3:1, 5:1 dan diukur EE dari masing-masing formula dengan spektrofotometer UV. Formula optimum nanopartikel kitosan-naringenin yang terpilih dikarakterisasi dengan PSA, TEM, dan FTIR. Formula optimum terpilih (3:1) menunjukkan EE >40%. Konsentrasi kitosan dan NaTPP untuk mendapatkan formula optimum akhir adalah 0,060,0606777% untuk kitosan dan 0,0970833-0,1% untuk NaTPP. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan-naringenin 13,2 ± 2,6 nm, PDI 0,443, zeta potensial 15,23 mV, dan terbentuk kompleks kitosan-TPP. Kata kunci: naringenin, nanopartikel, kitosan, natrium tripolifosfat PENDAHULUAN Naringenin (4’, 5, 7-trihidroksiflavanon) adalah flavonoid bentuk aglikon dari naringenin (Gambar 1). Naringenin secara alami banyak ditemukan didalam buah jeruk dan tomat. Aktivitas biologis naringenin telah banyak diteliti dan dilaporkan antara lain sebagai antitumor (Kanno,2005), antiinflamasi (Lee DW,2006), hepatoprotektor pada tikus yang diinduksi CCl 4 (Yen FL,2008), antibakteri (Andrade et al,2010), dan antioksidan (Yamauchi K,2011). Naringenin sangat sukar larut dalam air namun larut dalam pelarut organik contohnya alkohol (Wilcox,1999). Kelarutannya yang buruk dalam air ini menyebabkan absorbsinya dalam tubuh sangat jelek dan berpengaruh pada bioavailabilitasnya yang rendah. Penelitian in vivo menunjukkan bioavailabilitas naringenin hanya 4 % ketika pemberian oral pada kelinci (Hsiu SL,2002). Hal ini menyebabkan naringenin membutuhkan strategi khusus dalam formulasinya. Baru-baru ini penelitian dan pengembangan nanoteknologi berkembang sangat pesat. Semakin kecil ukuran partikel akan menyebabkan perluasan permukaan sehingga menyebabkan kelarutannya meningkat. Meningkatnya kelarutan obat akan berakibat meningkatnya bioavailabilitas dan efikasinya. Fungsi dari