1 Penyusunan Program Pembelajaran Biologi Berorientasi Literasi Saintifik Adib Rifqi Setiawan 1) 1) Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS), Jl. KH. Turaichan Adjhuri No. 23, Kudus, 59315, Indonesia 1) Surel : alobatnic@gmail.com Abstrak – Pendekatan research and development desain four-d model digunakan untuk menyusun program pembelajaran biologi berorientasi literasi saintifik di topik ekologi. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, tabel analisis, validasi ahli, serta nilai konsistensi internal yang dianalisis secara deskriptif dan statistik. Diperoleh hasil berupa 11 lembar kegiatan siswa yang memiliki nilai keandalan beruntun sebesar 0,962; 0,710; 0,824; 0,839; 1,000; 0,839; 0,724; 0,848; 0,943; 0,932; dan 0,983 serta nilai keandalan instrumen penilaian pembelajaran sebesar 0,910 yang berarti keduanya dapat digunakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran biologi topik ekologi dapat menjadi sarana untuk melatih literasi saintifik kepada siswa. Kami berharap bahwa penyusunan program ini tidak dianggap final, sehingga perlu dilakukan perbaikan berkelanjutan. Kata Kunci : instrumen penilaian pembelajaran; lembar kegiatan siswa; literasi saintifik; pembelajaran biologi; PENDAHULUAN Utari, dkk. (2017) memberi saran bahwa strategi pembelajaran harus ditentukan dibangun dengan baik untuk melatih literasi saintifik, termasuk menjelaskan fenomena alam, membangun dan mengevaluasi percobaan, serta menafsirkan data yang diperoleh dari bukti ilmiah. Saran ini diberikan berdasarkan ulasan deskriptif menggunakan dimensi Marzano terhadap pelaksanaan desain pembelajaran termodinamika untuk melatih literasi saintifik (Utari, dkk., 2017, hlm. 3-4). Saran tersebut selaras dengan Setiawan (2017) yang mengungkap bahwa perbaikan berkelanjutan perlu dilakukan terhadap desain maupun pelaksanaan pembelajaran guna meningkatkan literasi saintifik secara optimal. Ungkapan ini disampaikan atas dasar analisis pelaksanaan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berorientasi literasi saintifik di topik mekanika (Setiawan, 2017, hlm. 24-5). Dari penyampaian informasi tersebut tampak bahwa Utari, dkk. (2017) serta Setiawan (2017) memandang bahwa pembelajaran fisika perlu diarahkan untuk melatih literasi saintifik. Pandangan tersebut diwujudkan dalam pembelajaran termodinamika dan mekanika. Dari sini kami memandang bahwa perlu dilakukan pengembangan pembelajaran untuk melatih literasi saintifik, tidak hanya melalui fisika melainkan juga biologi yang sama-sama merupakan cabang IPA. Pembelajaran IPA di Indonesia dapat dikatakan memiliki fenomena unik, karena siswa Indonesia beberapa kali meraih medali dalam kejuaraan olimpiade IPA sekaligus konsisten berada di kelompok bawah dalam penilaian literasi saintifik dari Programme for International Student Assessment (PISA) (Setiawan, 2019, hlm. 7). Rustaman (2017) menyampaikan bahwa pembelajaran IPA selayaknya menjadi sarana untuk melatih keterampilan ilmiah serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan upaya pelestarian fungsinya. Sementara literasi saintifik bisa dimaknai sebagai kemampuan menggunakan pengalaman belajar untuk memenuhi kebutuhan (Setiawan, 2019, hlm. 8; Setiawan, 2017, hlm. 1; Utari, dkk., 2017, hlm. 2). Dengan demikian tampak kentara bahwa tujuan pembelajaran IPA dengan literasi saintifik bisa dipadukan. Rustaman (2017) menegaskan bahwa pembelajaran IPA berorientasi literasi saintifik dapat dilakukan dengan cara mengkaji indikator guna dibekalkan kepada siswa, bukan sekadar membiasakan berlatih soal. Berdasarkan tuturan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk memperoleh rancangan program pembelajaran biologi berorientasi literasi saintifik di topik ekologi. Kami bermaksud untuk menyusun indikator program yang dirancang beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian, rumusan masalah penelitian ialah, “Bagaimana susunan program pembelajaran ekologi berorientasi literasi saintifik?” METODE Tujuan penelitian ini ialah menyusun program pembelajaran biologi berorientasi literasi saintifik di topik ekologi. Data yang dibutuhkan berupa kajian pustaka tentang karakteristik topik ekologi dan indikator literasi saintifik serta survei terhadap rancangan dan temuan dari uji coba program yang dikembangkan. Berdasarkan tujuan penelitian dan kebutuhan data, dapat dipakai pendekatan research and development desain four-d model berupa define, design, develop, dan disseminate (Thiagarajan, dkk., 1974, hlm. 5).