1 DITERBITKAN DI THE ARY SUTA CENTER SERIES ON STRATEGIC MANAGEMENT JANUARI 2021 VOLUME 52 Otak dan Identitas Kajian Filsafat dan Neurosains Oleh Reza A.A Wattimena Dr. der Phil. Reza Alexander Antonius Wattimena. Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur. Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Pernah mengajar di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Presiden, Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta dan Universitas Multimedia Nusantara. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Zen dan Jalan Pembebasan (2017-2018), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), Cosmopolitanism in International Relations (2018), Protopia Philosophia (2019), Mendidik Manusia (2020), Untuk Semua yang Beragama (2020) dan berbagai karya lainnya di surat kabar, website, jurnal ilmiah maupun buku. Abstrak Tulisan ini hendak memahami kaitan antara otak dan identitas. Pandangan yang diajukan adalah, bahwa otak terus berubah sepanjang manusia hidup manusia, dan ini juga menentukan jati diri maupun identitasnya yang terus berubah. Untuk memahami hal tersebut diperlukan pemahaman mendasar tentang peran otak di dalam tubuh manusia, sekaligus wacana umum tentang kaitan antara otak dan kesadaran di dalam filsafat. Tulisan ini mengacu pada berbagai penelitian yang dibuat oleh David Eagleman dan penulis (Reza A.A Wattimena) sebelumnya. Kata-kata Kunci: Otak, Kesadaran, Identitas, Jati Diri, Neuroplastisitas, Hubungan-hubungan Neuron Abstract This paper explains the connection between the brain and identity. The argument is, that the brain continues to change throughout human life, and this also determines identity and the concepction of self that continues to change in human life. This argument requires a fundamental understanding on the role of the brain in the human body, as well as a general discourse on the relationship between the brain and consciousness in theoretical philosophy. This paper refers to various studies made by David Eagleman and the author (Reza A.A Wattimena). Keywords: Brain, Consciousness, Identity, Neuroplasticity, Neuron-Relationships