127 Facebook, Kampanye Pemilihan dan Ruang Publik Joni Rusdiana Facebook, Kampanye Pemilihan dan Ruang Publik Joni Rusdiana Abstrak Pemilu 2009 di Indonesia ditandai salah satunya dengan maraknya pemanfaatan situs jejaring sosial facebook sebagai media kampanye terutama oleh para kandidat presiden dan wakil presiden. Fenomena ini memicu perubahan yang mendasar pada komunikasi politk, terutama kampanye pemilihan, yaitu terjadinya kampanye pemilihan yang interaktf. Sebelumnya, kampanye pemilihan cenderung bersifat linear yaitu dengan menggelar rapat umum, orasi politk, memasang atribut, iklan, dan debat publik di media massa. Pemanfaatan facebook sebagai media kampanye pemilihan telah mampu mewujudkan gagasan ideal Habermas yaitu ruang publik (public sphere). Bahkan ruang publik facebook berhasil menjawab berbagai kelemahan yang ada pada ruang publik borjuis. Perubahan mendasar ini sebenarnya berakar pada lahirnya media dengan karakter baru, yaitu new media. Ini semakin menguatkan gagasan McLuhan tentang determinisme media, yaitu: “the medium is the message.” Fenomena ini menuntut pemerintah agar tanggap. Peraturan perundang-undangan yang ada saat ini masih jauh dari memadai untuk mengawal fenomena kampanye pemilihan melalui internet. Maka, kedepan menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi presiden dan DPR untuk menyediakan landasan hukum kampanye melalui internet, termasuk facebook. (Keywords: facebook, kampanye pemilihan, ruang publik (public sphere), interaktvitas, determinisme media, the medium is the message)