77 Lakon sebagai Media Transformasi Penyampaian Pesan Sosial dalam Pertunjukan Wayang Orang Andi Wicaksono Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Suryodiningratan No. 8, Yogyakarta Tlp. (0274) 419791, E-mail: andi_wayang.art85@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menjelaskan transformasi isu aktual dalam manyarakat tentang ide dan gagasan dalam pe-nyanggit-an lakon. Penelitian dilakukan dengan cara pembacaan pertunjukan lakon “Sêsaji Raja Suya” sajian Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya menggunakan teori bangunan lakon wayang. Sanggit lakon yang ditemukan dikaitkan dengan konteks masyarakat saat ini untuk menunjukkan transformasi isu aktual di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanggit lakon yang disajikan berbeda dengan sanggit lakon pada umumnya. Dalam sanggit tersebut terdapat pesan sosial tentang wacana pemilu. Sanggit beserta bentuk pertunjukannya merupakan sebuah bentuk kreatif seniman dalam menangkap gejala- gejala dan perubahan sosiokultural agar pertunjukannya diterima oleh masyarakat. Dalam menyikapi selera seni masyarakat sekarang, pertunjukan ini menunjukkan adanya pencarian format pertunjukan yang sesuai, namun tidak meninggalkan konsep tradisi di dalamnya. Hadirnya Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya yang tergolong baru menunjukkan geliat perkembangan wayang orang dalam upaya menghidupkan kembali kesenian tersebut. Kata kunci: sanggit, lakon, transformasi, wayang orang ABSTRACT Study of Lakon as the Transformation Media of Conveying Social Message in the Current Wayang Orang Show. e purpose of this research is to explain how the current popular issues within society become the insight and idea in creating a lakon, and giving information about the current development in wayang orang shows. e research is carried out by the method of reading the show of lakon “Sêsaji Raja Suya” brought by Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya, using the structural theory of lakon wayang. After the sanggit lakon acquired, it is then being related to the context of the current society to show the transformation of today’s social issues in the society. e research result shows that the sanggit lakon presented is different from the sanggit lakon generally. e sanggit and the form of the show itself are the creative-form of the artist to capture the socio-cultural signals and changes to make the show well-received by the society as the audience. In response to the current society’s trends of art, the show indicates that there is a search for the appropriate format of show without leaving the traditional concept within. e existence of the newly-established Paguyuban Wayang Orang Panca Budaya indicates the rising development of wayang orang in the hope of reviving the art form. Keywords: sanggit, lakon, transformation, wayang orang Volume 12 Nomor 2, Oktober 2012: 77-90