Jurnal Daur Lingkungan, Agustus 2019, 2(2): 47-50 Publisher by Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Batanghari Jambi DOI 10.33087/daurling.v2i2.26 ISSN 2615-1626 (Online) 47 Reduksi Total Suspended Solid dari Limbah Cair Tahu dengan Adsorban Sabut Kelapa Pada Batch System: Pendekatan Response Surface Method M. Anggi Pramana 1 , Monik Kasman 1* 1 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Batanghari, Jl. Slamet Riyadi, Broni, Jambi *e-mail: emka_engineer@yahoo.com ABSTRACT Tofu wastewater from the tofu industry includes the process of washing soybeans, the use of tools, washing the floor, and cooking as well as the solution of the remaining soaking soybean. Concentration of tofu wastewater pollutant in particular total suspended solid (TSS) exceeds the quality standard of wastewater that has been stipulated in the Minister of Environment Regulation no. 5 of 2014. In this study, tofu wastewater treatment is carried out by the adsorption process in the batch system. Adsorbent used is coconut fiber. Analysis of the influence of independent variables, namely adsorbent weight, stirring speed and contact time on TSS adsorption was carried out using the response surface method approach. Adsorption process can reduce TSS from tofu wastewater to the range of 52-370 mg/L. The independent variable that most influences the dependent variable based on statistical analysis is contact time. The optimum TSS adsorption conditions based on analysis using the Design Expert 11 Application were reached at 40 minutes contact time. Keywords : Adsorption; coconut fiber; response surface method; tofu wastewater; TSS 1. Pendahuluan Limbah cair tahu bersumber dari proses pembuatan tahu di industri tahu berupa cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut dengan air dadih. Sumber limbah cair lainnya berasal dari pencucian kedelai, proses penggunaan alat, pencucian lantai, dan pemasakan serta larutan bekas rendaman kedelai yang masih tersisa (Potter et.al, 1994). Pada tahun 2016 tercatat sebanyak 7 unit usaha industri tahu di Kota Jambi dengan total 44 orang tenaga kerja (BPS Provinsi Jambi, 2016). Unsur pencemar yang terdapat dalam limbah cair tahu diantaranya adalah BOD, COD, TSS, dan pH. Berdasarkan Permen LH No.5 Th.2014, kadar batas pencemar BOD, COD, TSS, dan pH secara berurut adalah 150 mg/l, 300 mg/l, 200 mg/l, dan 6-9. Kuantitas air limbah maksimum adalah 20 mg/ton. Beberapa penelitian pengolahan limbah cair tahu telah dilakukan. Pohan (2008) menganalisa limbah cair tahu dengan metode biofilter aerobik, kondisi optimum reduksi dilakukan selama 42 hari, hasil menunjukkan COD tereduksi sebesar 61,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan biologis yang efektif membutuhkan waktu kontak yang lama. Sementara itu, Nafi’ah (2016) menganalisis kinetika adsorpsi Pb (II) dengan adsorban arang aktif dari sabut siwalan, dari analisis ini menunjukkan bahwa waktu kontak optimum terjadi pada menit ke-30 mendapatkan hasil dengan kapasitas adsorpsi sebesar 23%. Yuningsih, dkk (2016) menganalisa pengaruh aktivasi arang aktif dari tongkol jagung dan tempurung kelapa terhadap luas permukaan dan daya serap iodin, dimana hasil penelitian menunjukkan pada karbon aktif yang diaktivasi secara fisika menggunakan aktivator KOH pada suhu 600°C selama 4 jam, dengan penyerapan sebesar 53%. Salah satu jenis adsorban yang digunakan dalam adsorpsi adalah sabut kelapa. Sabut kelapa terdiri dari serat dan kulit luar kelapa yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Berdasarkan karakteristik dan kemampuan sabut kelapa sebagai adsorban dari beberapa penelitian sebelumnya mendorong dilakukan penelitian ini. Efektifitas sabut kelapa sebagai adsorban terhadap adsorpsi pencemar pada limbah cair tahu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya menjadi tujuan utama dari penelitian ini. Pada penelitian ini, pembahasan dibatasi pada parameter Total Suspended Solid (TSS). Analisis dilakukan melalui pendekatan statistik menggunakan aplikasi Design Expert 11 dengan metode respon Surface Methodology. 2. Metode Penelitian 2.1. Pembuatan Adsorban Sabut kelapa dicuci dengan air untuk menghilangkan kotoran hingga bersih. Sabut kelapa yang telah dicuci kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Potong sabut kelapa sesuai dengan ukuran panjang ditentukan yaitu, 1-2 cm, 2-4 cm, dan 4-6 cm. Simpan ditempat yang kedap udara. 2.2. Sampel limbah cair tahu Sampel limbah cair tahu diambil dari Pabrik tahu berlokasi pada Jl. Beradat No.111 RT.16 Kel.Alam Barajo, Simpang Rimbo, Kota Jambi. Sumber air baku yang digunakan oleh industri tahu tersebut berasal dari sumur bor. 2.3. Desain Eksperimen Variable bebas dalam penelitian ini adalah berat adsorban, kecepatan pengadukan dan waktu kontak. Eksperimen dilakukan secara batch, dengan variasi eksperimen seperti yang terlihat di tabel 1. Efektivitas sabut kelapa dalam mengadsorpsi parameter pencemar dianalisis berdasarkan pengaruh variabel bebas terhadap konsentrasi akhir sampel limbah cair tahu setelah proses adsorpsi.