PRACTICE 8 adanya infiltrasi sel peradangan (neutrofil), atau adanya infiltrasi sel ganas. Limfadenitis adalah limfade- nopati yang terjadi akibat infeksi atau proses peradangan lainnya, dapat berupa akut maupun kronik. Limfadenitis biasanya menyebabkan KGB bengkak, membesar, dan nyeri pada perabaan. Berdasarkan lokasinya, limfade- nopati terbagi menjadi 2, yaitu (1). Limfadenopati lokalisata, pem- besaran pada satu daerah saja, se- ring disebabkan oleh infeksi pada KGB itu sendiri atau karena infek- si dari daerah sekitarnya ; (2). Limfadenopati generalisata, pem- besaran KGB pada dua atau lebih daerah yang berjauhan, simetri, dan umumnya disebabkan infeksi sis- temik. Berdasarkan waktu terjadinya, limfadenopati dapat dibagi menjadi akut ( < 2 minggu), sub-akut (2- 6 minggu, dan kronik (> 6 minggu). Etiologi Limfadenopati Limfadenopati pada umumnya paling sering disebabkan oleh in- feksi virus, bakteri dan keganas- an. Penyebab limfadenopati dapat diingat dengan singkatan MIAMI (Malignancy, Infections, Autoimmune disease, Miscellaneous and unusual condition, and Iatrogenic causes). dr. Dian Yosie Monica dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A 1. RS Sentra Medika Cibinong, Cibinong, Jawa Barat Sistem limfatik adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berperan penting dalam imunitas tubuh, yang terdiri dari pembuluh limfatik yang membawa cairan limfe dan organ limfoid. Limfe sendiri menyerupai plasma darah yang mengandung limfosit dan makrofag, selain mengandung debris selular, sisa metabolisme sel, protein dan juga mikroorganisme yang menyerang tubuh. Pembuluh limfe dalam tubuh terdiri dari dua duktus limfatikus yaitu (1). pembuluh limfe kanan (duktus limfatikus dexter) yang mengalirkan cairan limfe dari kepala dan leher bagian kanan, dada kanan, lengan kanan, jantung, paru dan bermuara di vena di bawah selangka kanan ; dan (2). pembuluh limfe kiri (duktus limfatikus toraksikus) atau disebut juga pembuluh dada, berisi cairan dari kepala dan leher bagian kiri, dada kiri, lengan kiri, tubuh bagian bawah, dan bermuara di bagian bawah selangka kiri. Organ limfoid terdiri dari 2 yaitu: 1. Organ limfatik primer, yang terdiri dari sumsum tulang dan kelenjar timus. Sumsum tulang bertanggungjawab dalam pro- duksi sel T dan produksi serta pematangan sel B. Kelenjar timus berperan dalam pematangan sel T dan pelepasan sel T ke dalam sirkulasi. 2. Organ limfatik sekunder, yang terdiri dari nodus limfe (kelenjar getah bening), limpa/lien, tonsil, adenoid, Peyer’s patches, nodus limfe mesenterium, dan nodulus limfatikus. Organ limfoid sekun- der merupakan situs di mana proliferasi dan diferensiasi yang didorong oleh antigen, dan lim- fosit merespons patogen dan anti- gen asing terjadi. Limfadenopati Limfadenopati adalah kelain- an dari KGB dalam bentuk ukuran, jumlah, konsistensi, yang disebab- kan penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KGB itu sendiri (limfosit, sel plasma, dll), Kelenjar getah bening (KGB) adalah struktur normal dalam sistem organ, dan bahkan beberapa KGB memang teraba pada anak sehat. Di sisi lain, KGB yang membesar, atau sering disebut limfadenopati, dapat merupakan petanda penyakit sistemik yang serius (misalnya keganasan) dengan diagnosis banding yang cukup banyak. Karenanya, dokter perlu membedakan KGB yang normal atau patologis, dan mengembangkan pendekatan rasional untuk mengevaluasinya. KOTAK 1. Etiologi limfadenopati (MIAMI) Kaposi sarcoma, Leukemia, Limfoma, metastase dari tumor primer, neoplasma kulit Infeksi Virus (terlampir pada tabel 3 dan 4) Infeksi Bakteri (terlampir pada tabel 3 dan 4) Granulomatous : berrylliosis, coccidioidomycosis, crytococcosis, histoplasmosis, silicosis Penyebab lain : infeksi jamur, cacing, Lyme disease, rickettsial, protozoa Angiofollicular lymph node hyperplasia (Castleman disease) Histiocytosis Kawasaki disease Kikuchi lymphadenitis Kimura disease Sarcoidosis Dermatomyositis, Rheumatoid arthritis, Sjogren syndrome, Still disease, Systemic lupus erythematosus obat-obatan, serum sickness Malignancies (keganasan) Infections (Infeksi) Miscellaneous/unusual conditions (kondisi lain atau tidak biasa) Autoimmune disorders (penyakit autoimun) Iatrogenic causes KOTAK 3. Infeksi Penyebab Limfadenopati Lokalisata dan Limfadenitis Gambar 1. Ilustrasi kelompok KGB dan area yang dialiri. (Sumber : https:www.mayoclinic.org) Bacillus anthracis (Anthrax) F. tularensis (ulcerglandular tularemia) B. henselae (cat-scratch disease) Pasteurella multocida (gigitan kucing atau anjing) Spirillum minus (Spirillary rat-bite fever) Y. pestis (plague) SINDROMA LIMFOKUTANEUS Neisseria gonorrhoeae (gonorrhea) Treponema pallidum (sifilis) Herpes simplex virus Haemophilus ducreyi (chancroid) Chlamydia trachomatis serovars L1-3 ( lymphogranuloma venereum) INFEKSI MENULAR SEKSUAL (TERUTAMA LIMFADENOPATI INGUINAL) KOTAK 2. Infeksi Penyebab Limfadenopati Generalisata • Endocarditis • Brucella (brucellosis) • Leptospira interrorgans (leptospirosis) • Streptobacillus moniliformis (bacillary rat- bite fever) • Mycbacterium tuberculosis (tuberkulosis) • Treponema pallidum (sifilis sekunder) • Coccidioidesimmitis (coccidioidomycosis) • Histoplasma capsulatum (histoplasmosis) Toxoplasma Gondii (toxoplasmosis) • Epstein-Barr virus (infectious mononucleosis) • Cytomegalovirus (infectious mononucleosis-like syndrome) • HIV • Virus Hepatitis B dan Hepatitis C • Varicella • Adenovirus • Rubeola (measles) • Rubella INFEKSI VIRUS INFEKSI BAKTERI INFEKSI JAMUR INFEKSI PROTOZOA Nodus limfe atau kelenjar getah bening (KGB) adalah bagian dari sistem limfatik yang dapat ditemukan di seluruh bagian tubuh. KGB bertanggungjawab menangkap partikel asing dan menyaring (filtrasi) patogen dalam tubuh. Kelompok utama KGB ada di daerah kepala, leher, aksila, thorax, abdomen (mesenterik), inguinal, femoral dan popliteal. Staphylococcus aureus Group A Streptococcus Group B Streptococcus (pada anak) Bartonella henselae (Cat- scratch disease) Yersinia pestis (plague) PENYEBAB YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN INFEKSI SEKSUAL (NONVENEREAL ORIGIN) Francisella tularensis (Glandular tularemia) Mycobacterium tuberculosis Atypical mycobacteria Sporothrix schenckii (sporotrichosis) Epstein-Barr virus Toxoplasmosis gondii Nocardia (nocardiosis) Difteri pada kulit (Corynebacterium diphteria) Coccidioidomycosis pada kulit (C. immitis) Histoplasmosis pada kulit (H. capsulatum) Sporotrichosis pada kulit (S. schenckii) Tabel 1. Kelompok nodus limfe dan area yang dialiri KELOMPOK NODUS LIMFE REGIO YANG DIALIRI Kepala dan leher x Occipital Kulit kepala posterior x Postauricular Temporal dan kulit kepala bagian parietalis x Preauricular Kulit kepala anterior dan temporal, liang telinga anterior dan daun telinga, konjungtiva x Parotid Kulit kepala bagian dahi dan temporal, wajah bagian tengah, liang telinga eksternal, telinga bagian tengah, gusi, kelenjar parotid x Submandibular Pipi, hidung, bibir, lidah, kelenjar submandibular, mukosa buccal x Submental Bibir bagian bawah, lantai mulut x Cervical superfisial Laring bagian bawah, liang telinga, parotid x Cervical profunda Tonsil, adenoid, kuliet kepala belakang dan leher, lidah, laring, kelenjar tiroid, palatum, hidung, esofagus, sinus paranasal Supraclavicular Sisi Kanan : mediastinum dan paru Sisi Kiri : abdomen Deltopectoral Lengan Aksilaris Lengan, mammae, thorax, leher Epitrochlear Lengan bagian tenga di bawah siku Inguinal Ekstremitas bawah, genitalia, bokong, dinding perut di bawah umbilikus Popliteal Kaki bagian bawah Limfadenopati dan Limfadenitis pada Anak