Prosiding Seminas Nasional Psikologi Indigenous Indonesia 2016 “Kebhinekaan dan Masa Depan Indonesia: Peran Ilmu Sosial dalam Masyarakat” Universitas Negeri Malang 27 Agustus 2016 1 SPIRITUALITAS PETUNGAN: KONSTRUK PSIKOLOGIS PENENTUAN WAKTU PERNIKAHAN PADA ORANG JAWA Abdul Latif AA Program Studi Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat Malang Jalan Raya Mojosari No. 02 Kepanjen, Malang email: abdullatif@psikologiliyan.com Abstract This research aims to get the dynamics of decision making in determining the time of marriage on the Javanese community by using “petungan” constructs. Until now the Javanese community still persists and trusts there is spesific time, so-called good time, to get married. This is a phenomenological qualitative research to reveal the meaning and psychological dynamics of the used “petungan” in reasoning the time of marriage. “Petungan” as a reasoning in determining the time of marriage comes from tradition and individual experience the reflects of user psychological dynamics. Psychological representation in the use “petungan” to determine the time of marriage is (1) negative bias – efforts to avoid psychological anxiety, (2) constructs expectation “petungan” symbolic value expected, (3) “petungan” spiritual – achievement of psychological expectations. Keyword: Petungan; decision making; psychological construct; spirituality Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dinamika pengambilan keputusan dalam menentukan waktu pernikahan pada masyarakat Jawa dengan menggunakan konstruk petungan. Sampai saat masyarakat Jawa masih bertahan dan percaya bahwa waktu-waktu tertentu disebut sebagai waktu yang baik untuk melangsungkan pernikaham. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis untuk mengungkap makna dan dinamika psikologis dari penggunaan petungan dalam pertimbangan waktu pernikahan. Ditemukan gambaran kontinum penggunaan petungan sebagai petimbangan dalam menentukan waktu pernikahan bersumber dari akar tradisi dan pengalaman individu yang menggambarkan dinamika psikologis pengamalnya. Representasi psikologis dalam penggunaan petungan dalam menentukan waktu pernikahan tersebut adalah: (1) bias negatifitas upaya menghindari kecemasan psikologis, (2) ekspektasi konstruktifistik merupakan nilai simbolik petungan yang diharapkan dan (3) spiritualitas petungan sebagai pencapaian harapan psikologis Kata kunci: Petungan; pengambilan keputusan; konstruksi psikologis; spiritualitas PENDAHULUAN Masyarakat Jawa memiliki pemikiran dan pandangan hidup sebagai bagian dari tradisi dan kebudayaan Jawa. Mulder (2001) mengemukakan tradisi Jawa bersumber dari pemikiran kosmologi, mitologi, dan mistisisme Jawa dan menjadi pokok praktik dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa. Petungan merupakan salah satu tradisi pemikiran dan