TIARSIE Vol. 15 Tahun 2018 ISSNp 1411-2248 ISSNe 2623-2391 TIARSIE Vol. 15 Tahun 2018 ISSNp 1411-2248 ISSNe 2623-2391 1 Perancangan Desain Grafis Ruang Pamer Museum Kota Bandung Muhammad Ryzki Wiryawan STKOM Al Ma’soem Jl. Raya Cipacingv22, Bandung 45363 ryzki.wiryawan@gmail.com Abstrak— Saat ini, museum telah diakui sebagai salah satu sarana pendidikan lewat pemberian pengalaman yang menyenangkan (leisure experiences). Sejalan dengan itu, terdapat usaha untuk terus meningkatkan ketertarikan pengunjung terhadap museum. Desain grafis dalam hal ini merupakan salah satu alat untuk menarik minat pengujung dan memudahkan penyampaian informasi museum. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis sejauh mana prinsip desain grafis telah diterapkan pada ruang pamer Museum Kota Bandung guna menghasilkan akses informasi yang efektif kepada pengunjung. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yaitu lewat : (a) wawancara dengan pengelola museum dan perancang desain; (b) analisis literatur; dan (c) analisis deskripsi visual atas rancangan desain grafis yang ada. Diharapkan penelitian ini bisa menghasilkan pemahaman lebih lanjut terkait aspek desain grafis yang sangat berpengaruh pada kesuksesan sebuah museum. Kata kunci— Desain Grafis, Komunikasi Visual, Proses Desain, Eksibisi Museum 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Sejak tahun 1990-an, museum telah mengalami krisis berhubungan dengan ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan pertanyaan analisis terkait apa yang disajikan museum, sejarah siapa yang ditampilkan, serta dari sudut pandang apa [1]. Guna mempertahankan fungsinya sebagai media pendidikan dan pembelajaran, Museum perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan cara menyesuaikan tampilan material pada ruang pamernya sesuai dengan konsep desain grafis terbaru. Hal ini memang tidak mudah karena di saat bersamaan hal itu harus mempertimbangkan kepentingan aspek pendidikan, keputusan kurator, kenyamanan pengunjung, dan sebagainya [2]. Meraih pemahaman bagaimana cara pengunjung bergerak dan berinteraksi terhadap objek pamer (display) museum adalah elemen penting dalam perancangan museum yang efektif [3]. Lebih lanjut lagi, sangat penting untuk memahami cara pengunjung menginterpretasikan museum dan materinya melalui berbagai atefak dan sumber informasi yang ada [4]. Museum harus berkomunikasi atau mati. Agar komunikasi terjadi, pengirim dan penerima pesan harus berbagi konsep yang sama, bahkan gairah yang sama. Tugas untuk museum dan galeri adalah untuk menemukan cara membangkitkan dan menanamkan gairah dan cara mengeksplorasi ide-ide yang mencerahkan, menggunakan koleksi museum, dan rasa ingin tahu dan pengalaman pengunjung yang aktual dan potensial [5].Dengan demikian, perancangan museum yang baik harus melibatkan berbagai kalangan, seperti kurator yang memahami materi museum, arsitek, ahli teknologi, serta desainer. Bagaimana memadukan seluruh keahlian tersebut guna menghasilkan ruang pamer museum yang baik bukanlah hal yang mudah. Dalam hal ini, penelitian hanya memfokuskan pada proses pembuatan desain grafis dua dimensi yang akan mengisi ruang pamer Museum Kota Bandung. 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diuraikan identifikasi masalah sebagai berikut : 1. Konsep desain grafis ruang pamer Museum Kota Bandung. 2. Penerapanprinsip desain grafis pada ruang pamer Museum Kota Bandung. 1.3. Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah Ruang lingkup yang akan dibahas dalam penelitian ini hanya desain grafis pada ruang pamer utama Museum Kota Bandung (Bangunan Lama). 1.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui konsep desain grafis ruang pamer Museum Kota Bandung. 2. Untuk mengetahui sejauh mana prinsip desain grafis telah diterapkan pada ruang pamer Museum Kota Bandung.