HADIS DOA RASULULLAH SAW. UNTUK PARA PEJABAT: Kajian Takhrij dan Fiqh al-Hadis Fikri Haekal Amdar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia 20205031012@student.uin-suka.ac.id Lailiyatun Nafisah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia 20205031042@student.uin-suka.ac.id Salman Al Farisi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia 20205031039@student.uin-suka.ac.id Abstrak Tujuan penelitian hadis ini untuk memastikan kualitas hadis tentang doa rasulullah saw. untuk para pejabat yang tersebar di media sosial serta memaparkan pemahaman berdasarkan analisis fiqh al-hadis dari kitab syarah hadis para ulama. Data diperoleh dengan metode takhrij al-hadis yang analisisnya berpijak pada hadis tentang doa rasulullah saw. untuk pemimpin adil dan tidak adil dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Doa untuk para pemimpin berlandaskan hadis nabi "Allahumma man waliya min amri ummati syaian fasyaqqa 'alaihim, fasyquq 'alaih, wa man waliya min amri ummati syaian farafaqa bihim, fafruq bihi" (Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia). Berdasarkan takhrij al-hadis, sanadnya bersambung dan sahih. Matan hadisnya merupakan riwayah bi al-lafzi (secara lafal) dikarenakan adanya perbedaan susunan kalimat redaksi matan di setiap jalur periwayatan, akan tetapi kualitas matannya tetap terjaga karena tidak menyalahi unsur kaidah kesahihan hadis. Ditinjau dari fiqh al-hadisnya, tidak terlepas dari pemahaman tekstual dan kontekstual terkait seorang