1 VOL VIII, No. 1 Juni 2015 Abstrak: Film memiliki kemampuan untuk menghadirkan memori. Tidak hanya itu, flm juga mampu menjadi memori. Melalui kekhasannya sebagai media audio dan visual flm membawa penontonnya dari kurungan ruang dan waktu untuk masuk ke dalam situasi berbeda. Hal tersebut dapat disaksikan pada flm garapan Emir Kustirica, Underground. Film yang mengedepankan kekuatan memori, gerak dan pergerakan, serta imajinasi. Melalui Underground penonton tidak hanya diajak mengetahui tentang sebuah negara, Yugoslavia, juga dibawa masuk ke kisi-kisi sejarah dan imajinasi yang sublim. Abstract: Film has the ability to bring memories. It is not only that, flm is also capable of becoming a memory. Through uniqueness as audio and visual media, movies brings the audience out of confnement of space and time to get into a different situation. The example can be seen in the flm by Emir Kustirica, Underground. The flm that puts the power of memory, motion and movement, as well as the imagination. Underground not only invite the audience to know about a country, Yugoslavia, also brought them into the history and imagination which is sublime. Those which related with the state that once existed. Keywords: flm, memory, movement, Emir Kusturica, Underground Prolog Sebagai pelengkap dari karya- karya desain material, seperti kursi, meja, mobil, motor, pakaian, dan lainnya sekarang ini kita dihadapkan pada karya- karya dari desain visual; flm, iklan, situs internet, poster, dan lainnya. Karya-karya tersebut mengisi dan mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai tampilan yang estetis, kreatif, dinamis, juga menjual. Kekhasan dari karya-karya desain tersebut UNDERGROUND, OR ONCE THERE WAS A COUNTRY Harifa Ali Akbar Siregar Harifa Ali Akbar Siregar adalah Staf Pengajar pada Fakultas Seni dan Desain, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang. e-mail : egopye@gmail.com yang kemudian memungkinkan dilakukan studi mendalam terhadapnya. Apakah sebagai sebuah artefak utuh yang dikaji melalui kacamata fungsi dan manfaat, atau juga sebagai bagian dari keseluruhan sebuah sistem yang hidup dan bermain di tengah-tengah masyarakat. Pada titik ini karya desain tidak bisa lepas dari sebuah atau beberapa kebudayaan yang melandasinya, begitu juga sebaliknya. Karya desain ada dan