Jurnal Keperawatan Raflesia, Volume 1 Nomor 1, Mei 2019 ISSN: 2656-6222, DOI 10.33088/jkr.vlil.400 Available online: https://jurnal.poltekkes-kemenkes-bengkulu.ac.id/index.php/jkr 33 Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah-Sayur pada Remaja di Daerah Rural-Urban, Yogyakarta Alfonsa Reni Oktavia 1 , Ahmad Syafiq 2 , Asih Setiarini 3 1 Program Studi DIII Keperawatan, STIKes Pertamedika, Jakarta, Indonesia 2,3 Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia alfonsareni2710@gmail.com Abstract Vegetable consumption of the Indonesian population is still low in the teen age group both in rural and urban areas. Consumption of fruits and vegetables in adolescents is important for preventing degenerative diseases. The aim of the study was to determine the factors associated with fruit and vegetable consumption in adolescents in rural-urban areas. This study used a cross-sectional research design in Yogyakarta with 196 rural-urban teens. The analysis used was univariate, bivariate, analysis. The results showed that teenagers in urban areas ate less vegetables. Whereas in teenagers in rural areas, they consume less fruit. There is a significant relationship between vegetable consumption in adolescents in rural areas with father's education level (p = 0.031) and self-image perception (p = 0.041), while in urban areas there is a significant relationship between vegetable consumption and self-image perception (p = 0.049) and education in adolescents (p = 0.047). Fruit consumption in adolescents in rural areas that are significantly related is the perception of body image (p = 0.016), while in adolescents in urban areas that are significantly related is monthly money (p = 0.003). Suggestions that can be given are provide health education about the importance of the benefits of vegetables and fruit. Keyword: fruit-vegetable consumption, adolescent, rural-urban Abstrak Konsumsi sayur-buah penduduk Indonesia masih rendah pada kelompok usia remaja baik di daerah rural dan urban. Konsumsi buah dan sayur pada remaja adalah hal yang penting untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di daerah rural dan urban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional di Yogyakarta dengan jumlah 196 remaja rural dan urban. Uji Statistik yang digunakan adalah dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan remaja di daerah urban frekuensikonsumsi sayuran kurang dari 3 kali/hari, sedangkan pada remaja di daerah rural, frekuensi konsumsi buah kurang dari 3 kali/hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi sayuran pada remaja didaerah rural dengan tingkat pendidikan ayah (p=0,031) dan persepsi citra diri (p=0,041), adapun di daerah urban ada hubungan yang signifikan antara konsumsi sayuran dengan persepsi citra diri (p=0,049) dan pendidikan pada remaja (p=0,047). Konsumsi buah pada remaja di daerah rural yang berhubungan signifikan adalah persepsi citra tubuh (p= 0,016), sedangkan pada remaja di daerah urban yang berhubungan secara signifikan adalah uang bulanan (p=0,003). Saran yang dapat diberikan yaitu perawat bekerjasama dengan institusi pendidikan memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja tentang pentingnya manfaat sayur dan buah. Kata kunci: konsumsi buah-sayur, remaja, rural-urban