177 Nani Kurniasari, Strategi Penanganan Krisis Kepariwisataan dalam... MediaTor, Vol 10 (2), Desember 2017, 177-189 Strategi Penanganan Krisis Kepariwisataan dalam Kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nani Kurniasari Kalbis Institute, Jl. Pulomas Selatan Kav. 22 Jakarta Timur 13210 E-mail: nani.kurniasari@kalbis.ac.id Abstrak. Sebagai salah satu negara yang terletak di lempengan Indo-Australia dan Eurasia, Indonesia rawan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi yang seringkali diikuti oleh tsunami. Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tidak terkecuali di wilayah-wilayah yang menjadi destinasi wisata. Ketika bencana alam melanda objek wisata Indonesia, saat itu pula organisasi kepariwisataan Indonesia mengalami krisis, di antaranya adalah objek wisata itu sendiri, hotel, restoran, dan semua organisasi terkait lainnya. Maka itu, diperlukan penanggulangan krisis yang tepat. Penelitian ini berusaha mengamati strategi penanganan krisis yang terjadi di sektor pariwisata Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menggunakan paradigma post-positivistik, penelitian ini di dekati secara kualitatif dengan strategi penelitian deskriptif melalui wawancara mendalam kepada informan terpilih, yaitu unsur pengarah BNPB Indonesia. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Indonesia menangani krisis di sektor pariwisata dengan beberapa tahap seperti rehabilitasi, rekonstruksi, dan recovery (pemulihan) hingga build back better. Kata kunci: bencana alam, kebijakan, krisis, pariwisata, strategi Abstract. As one of the countries located on the Indo-Australian and Eurasian plates, Indonesia is vulnerable to various types of natural disasters such as erupting volcanoes and earthquakes that are often followed by tsunamis. Natural disasters can occur anytime and anywhere, not least in areas that become tourist destinations. When natural disasters struck the tourist attraction of Indonesia, at that time, Indonesian tourism organizations were experiencing crisis, such as tourist destination itself, hotel, restaurant, and all other related organizations. Therefore it is necessary to overcome the appropriate crisis. This research tries to observe crisis handling strategy that happened in the tourism sector by government, which is National Disaster Management Authority or Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Using post- positivism paradigm, this research approached qualitatively and was conducted with descriptive research strategy through in-depth interview of BNPB steering element representative. The study found that Indonesia handles the crisis in the tourism sector with rehabilitation, reconstruction, and recovery until build back better. Keywords: natural disaster, policy, crisis, tourism, strategy