Jurnal Airaha, Vol. VIII No. 2 Dec 2019: 137 – 147 p-ISSN 2301-7163, e-ISSN 2621-9638 137 Kajian Abrasi dan Sedimentasi dengan Teknologi Remote Sensing di Pantai Karawang Study of Abrasion and Sedimentation by Remote Sensing Technology at Karawang Beach Roberto Pasaribu * ; Liliek Soeprijadi; Dian Sutono Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Email : roberto_pasa@yahoo.com Diterima : Oktober Disetujui : Desember ABSTRAK Keberadaan pesisir pantai di wilayah bagian utara Kabupaten Karawang sangat mengkhawatirkan akibat terjadinya abrasi dan sedimentasi dimana air laut yang tadinya jauh dari sisi jalan kini sudah berada pada bibir jalan dan beberapa wilayah disepanjang pantai telah rusak terkena dampak abrasi tersebut. Proses terjadinya abrasi dan sedimentasi dapat dipantau dengan menggunakan teknologi Remote Sensing yaitu teknologi yang mengunakan gelombang elektro magnetic untuk menghasilkan gambar/citra yang diperoleh dari sensor yang dibawa oleh satelit dengan sifat-sifat fisik obyek yang diamati di permukaan bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai kabupaten Karawang dengan mengunakan teknologi remote sensing. Beberdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang dilakukan di 6 kecamatan disepanjang pantai Karawang, telah terjadi abrasi dan sedimentasi, dimana 4 desa mengalami abrasi sedangkan 2 desa mengalami sedimentasi. Luas wilayah yang terbentuk akibat abrasi terbesar terjadi di desa Sedari seluas 166,802 hektar dan luas wilayah yang terbentuk akibat sedimentasi yang terbesar terjadi desa Muara Cilamaya sebesar 276,318 hektare. Kecepatan proses terjadinya abrasi yang tercepat terjadi desa Sukajaya sebesar 10.00 meter/tahun sedangkan proses sedimentasi yang tercepat berada di desa Muara Cimalaya sebesar 4,50 meter/tahun. Kata kunci : abrasi, sedimentasi, arus, gelombang, pasang surut, remote sensing ABSTRACK The existence of the coastline in the northern part of Karawang Regency is very worrying due to abrasion and sedimentation where sea water that was far from the side of the road is now on the edge of the road and several areas along the coast have been damaged affected by the abrasion. The process of abrasion and sedimentation can be monitored by using Remote Sensing technology, which is technology that uses electro magnetic waves to produce images obtained from sensors carried by satellites with the physical properties of objects observed on the surface of the earth. The purpose of this study was to determine the process of abrasion and sedimentation that occurred in the Karawang regency coast by using remote sensing technology. Based on the results of data processing and analysis conducted in 6 sub- districts along the Karawang coast, abrasion and sedimentation have occurred, where 4 villages experienced abrasion while 2 villages experienced sedimentation. The largest area formed due to abrasion occurred in Sedari village covering 166,802 hectares and the largest area formed by sedimentation occurred in Muara Cilamaya village of 276,318 hectares. The fastest speed of abrasion process occurred in Sukajaya village by 10.00 meters / year while the fastest sedimentation process was in Muara Cimalaya village at 4.50 meters / year. Keywords: abrasion, sedimentation, currents, waves, tides, remote sensing