47 PENGUJIAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SOLAR CELL KAPASITAS 50WP Junial Heri,ST.MT e-mail : junial26.heri@gmail.com Abstrak An electric voltage can be generated when a beam of sunlight which leads to a elektoda-electrode electrolyte solution. Less is more so who ever wrote Edmund Becquerel in 1839, research continues to exert a solid object in the light of the sun, called selenium and until the cells potovoltaik (fhotovoltaic) with selenium and courprous material, up to the experts succeeded in creating a photoelectric measuring devices. In 1954 the photovoltaic effect is developed again into electrical energy that is now called fotovoltaic cells or solar cells. In principle, solar cells form conductive power semiconductor device which can directly convert solar energy into electrical energy in an efficient form of eco-friendly 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat dan sumber cadangan minyak bumi, gas, batu bara sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik semakin menurun. Hampir semua sektor masyarakat menggunakan energi listrik maupun sumber-sumber energi tersebut. Konsumsi yang berlebihan dan ketergantungan pada salah satu sumber energi seperti pemakaian sumber bahan bakar minyak bumi sangat besar sekali, sementara itu untuk membentuk sumber energi minyak bumi, gas membutuhkan waktu ratusan juta tahun. Semakin menurunnya cadangan sumber bahan bakar minyak bumi, gas, dan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik serta konsumsi yang terus meningkat membuat para ahli memikirkan mencari sumber-sumber energi alternatif dan menggali serta menciptakan teknologi baru yang dapat menggantikan minyak bumi, gas, batu bara dan lainnya sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif pembangkit energi listrik merupakan terobosan yang sangat luar biasa selain karena matahari adalah sumber energi yang sangat besar, pemanfaatan energi matahari tidak memberi dampak negatif terhadap lingkungan. Alat ini dinamakan solar cell berupa alat semikonduktor penghantar aliran listrik yang dapat menyerap energi panas matahari untuk menyuplai energi listrik. Pengelolaan sumber daya energi secara tepat kiranya akan dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat umum. Dengan letak indonesia yang berada pada daerah katulistiwa, yaitu pada lintang 6 0 LU-11 0 LS dan 95 0 BT-141 0 BT dan dengan memperhatikan peredaran matahari dalam setahun yang berada pada daerah 23,5 0 LU dan 23,5 0 LS maka wilayah indonesia akan selalu disinari matahari 10-12jam dalam sehari. Karena letak Indonesia berada pada daerah katulistiwa maka Indonesia memiliki tingkat radiasi sangat tinggi sehingga pemanfaatan teknologi solar cell sangat cocok dimanfaatkan di Indonesia. 1.2 Tujuan Penulisan Menghitung besaran arus listrik yang dihasilkan oleh solar cell dengan menguji alat tersebut menggunakan alat yang disediakan. 1.3 Batasan Masalah Dalam penulisan laporan penelitian ini, penulis membatasi penulisan pada ”Pengujian Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Cell Kapasitas 50Wp”. 1.4 Teknik Pengumpulan Data Untuk melakukan pengumpulan data dari hasil pengujian pembangkit listrik tenaga surya dibutuhkan metode : Membuat Jumper pada kabel transmisi dari panel surya ke change controller. Metode pengukuran arus menggunakan ampere meter digital 0 – 20A Metode pengukuran tegangan menggunakan volt meter analog 0–30V