Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 15 No. 1 Tahun 2018 | 52 61 email: journalcivics@uny.ac.id Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/index 1829-5789 (print) 2541-1918 (online) Persepsi mahasiswa terhadap kemunculan berita bohong di media sosial Totok Suyanto a 1 , Ketut Prasetyo b 2 , Prasetyo Isbandono c 3 , Ita Mardiani Zain d 4 , Iman Pasu Purba e 5 , Gading Gamaputra f 6 a, b, c, d, e, f Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri surabaya, Surabaya, Indonesia 1, 2, 3, 4, 5, 6 totoksuyanto@unesa.ac.id*; ketutprasetyo@unesa.ac.id; prasetyoisbandono@unesa.ac.id; itazain@unesa.ac.id; imanpurba@unesa.ac.id; gadinggamaputra@unesa.ac.id *korespondensi penulis Informasi artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima Revisi Dipublikasikan : 10-12-2017 : 01-02-2018 : 31-05-2018 Di era demokratisasi saat ini yang bercirikan adanya kebebasan berpendapat setiap warga baik secara lisan ataupun tertulis, maka fenomena hoax menjadi satu hal yang harus menjadi perhatian bersama. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Proses penyebaran berita dalam media sosial banyak melibatkan kaum perempuan. Hanya sebagian kecil saja yang mengakui sering mendapatkan berita-berita hoax tentang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Dengan demikian, maraknya penyebaran berita hoax di media sosial merupakan satu bentuk pembodohan masyarakat dan respons terhadap kemunculan berita hoax dengan cara melakukan tindakan perlawanan. Kata kunci: Berita bohong (hoax) Media sosial Literasi kewarganegaraan ABSTRACT Keywords: Hoax Social media, Civic Literacy The student perception of hoax in social media. In this democratization era characterized by the freedom of speech belongs to every citizen both written and spoken, the hoax should be considered seriously. It was a survey research. The spread of news through social media was conducted mostly by women. It was only small numbers who reported that they had received hoax relating SARA. Therefore, the spreading of hoax through social media is a kind of fooling and their response is through counter- narrative. Copyright © 2018 Totok Suyanto, dkk. All Right Reserved Pendahuluan Model komunikasi manusia mengalami transformasi dari yang sifatnya langsung (face to face communication) berubah menjadi komunikasi tidak langsung yang sifatnya membutuhkan media sebagai instrumen dalam melakukan praktik komunikasi. Komunikasi model ini bersifat tak terbatas baik oleh jarak dan waktu, dan bersifat virtual. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi memberikan andil dan sumbangsih yang signifikan bagi proses transformasi tersebut. Bahkan kecenderungan terkini pola komunikasi berubah seiring perkembangan teknologi komunikasi dari teknologi yang bersifat analog berubah menjadi teknologi digital. Maka komunikasi di kehidupan modern tidak hanya mengandalkan komunikasi face to face yang bersifat dua arah, namun komunikasi yang terjadi multi arah dan bisa berlangsung secara cepat dan massif. Kehadiran mesin-mesin pencari informasi macam Google dan Yahoo sebagai sebuah jawaban terhadap keinginan untuk menghadirkan informasi setiap saat kepada siapa pun yang mengaksesnya, pada satu sisi