Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol. 8 No. 1 April 2015, p-ISSN; 1979-6692, e-ISSN: 2407-7437 57 PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGAMBAR EKSPRESI Hero Tambunan 1 dan Efendi Napitupulu 2 SMA Negeri 2 Kota Pematangsiantar 1 dan Universitas Negeri Medan 2 herotambunan@yahoo.com 1 dan napitupuluefendi@gmail.com 2 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar Menggambar Ekspresi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan quasi eksperiment desain faktorial 2 x 2. Teknik statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian, dimana teknik inferensial yang digunakan adalah teknik analisa varians (ANAVA) dua jalur dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berorientasi aktivitas siswa memperoleh hasil belajar menggambar ekspresi lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori, diperoleh nilai Fhitung = 6,740 > Ftabel = 3,97, (2) siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi memperoleh hasil belajar menggambar ekspresi lebih tinggi dari siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah, diperoleh nilai Fhitung = 225,041 > Ftabel = 3,97, (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar menggambar ekspresi, diperoleh nilai Fhitung = 2,174 < Ftabel = 3,97. Kata Kunci: strategi pembelajaran, kemampuan berpikir kreatif, menggambar ekspresi Abstract: This study aims to determine the effect of Learning Strategy and Creative Thinking Skills Learning Outcomes Draw Against Expression. This study uses a quasi experimental design of experiment 2 x 2 factorial design inferential statistical technique used to test hypotheses of the study, in which the inferential technique used is the technique of analysis of variance (ANOVA) two lanes with a significance level of 5%. The results showed that: (1) students who are taught with the activity-oriented learning strategies students learn to draw expressions obtain results higher than students taught with expository learning strategy, the value of Fc = 6.740> F table = 3.97, (2) students have the ability to think creatively learning outcomes draw high gain higher expression of the students who have the ability to think creatively low, the value of Fc = 225.041> F table = 3.97, (3) there is no interaction between learning strategy and creative thinking abilities of students in effect learn to draw on the results of the expression, the value of Fc = 2.174 < F table = 3.97. Keywords: learning strategies, creative thinking abilities, drawing expressions PENDAHULUAN Pendidikan seni rupa merupakan salah satu bagian dari pendidikan seni budaya yang dipelajari di SMA, dimana pendidikan seni rupa diberikan pada kelas XI. Tujuan pembelajaran seni rupa di SMA adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa, juga mampu membuat karya visual dua dimensi dan tiga dimensi. Pendidikan seni rupa dilaksanakan dengan teori dan praktik, terdiri dari 2 semester dan setiap pertemuan alokasi waktu 90 menit. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Pematangsiantar, strategi pembelajaran yang digunakan guru seni rupa cenderung menggunakan metode ceramah. Dengan metode ini siswa hanya memperoleh sejumlah informasi yang bersumber dari guru. Informasi dan komunikasi satu arah ini menyebabkan siswa lebih banyak menunggu tanpa berbuat sesuatu. Guru lebih banyak berbuat tanpa memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau pengetahuan yang dimiliki siswa berkaitan dengan informasi yang telah diperoleh dari sumber lain yang erat hubungannya dengan materi yang sedang dipelajari. Hal ini menyebabkan siswa kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran seni rupa. Dalam proses pembelajaran akan ditemukan masalah-masalah tersebut, yaitu sering kali ditemui seorang guru kurang memperhatikan variasi dalam memberikan materi yang akan diberikan kepada siswa, sehingga pelajaran tersebut kurang atau tidak