Studi Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Nilai Total Moisture Batubara Produk E4700 di PT Adaro Indonesia… : 125 - 129 Jurnal GEOSAPTA Vol. 6 No.2 Juli 2020 125 STUDI PENGARUH PERUBAHAN SUHU TERHADAP NILAI TOTAL MOISTURE BATUBARA PRODUK E4700 DI PT ADARO INDONESIA SITE KELANIS, KALIMANTAN TENGAH Novia Noor Hidayah 1 , Salmani 2 , Rahma Norfaeda 2* 1 Mahasiswi Program Studi DIII Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Banjarmasin 2 Program Studi DIII Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Banjarmasin Email : *rahmanorfaeda@poliban.ac.id ABSTRAK Kualitas merupakan hal terpenting yang diperhatikan dalam komoditas batubara. Salah satu parameter penting dari kualitas batubara adalah total moisture. Total moisture dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti penumpukan pada stockpile baik itu bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Selama penumpukan suhu batubara berubah-ubah, terjadi penambahan air batubara oleh hujan ataupun penguapan air batubara oleh panas matahari. Hal ini perlu diperhatikan agar nilai kualitas dan mutu batubara tetap konsisten sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan pengambilan sampul aktual dari lapangan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suhu terhadap nilai total moisture dimulai dari mengetahui kapasitas tumpukan yang akan diujikan, sehingga dapat dihitung jumlah increment dan berat increment nya. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan uji suhu batubara berdasarkan skema yang telah dibuat, sampling, preparasi sampel dan yang terakhir yaitu pengujian total moisture menggunakan alat moisture analyzer. Pengujian nilai total moisture ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap nilai total moisture batubara E4700. Pengujian suhu dan pengambilan sampel uji dilakukan selama 10 hari berturut – turut. Berdasarkan perhitungan didapat hasil 10 increment dengan berat per increment-nya seberat 3 kg dan pengujian suhu batubara menggunakan alat Thermocouple tipe K diperoleh hasil yang berbeda-beda setiap harinya. Dari pengujian didapatkan suhu terendah 32,20 °C dengan total moisture 32.39% pada hari ke 4 sehingga kalor batubara menjadi 4617 kal/g. Suhu batubara tertinggi 38,55 °C dengan total moisture 28.34% pada hari ke 10 sehingga kalor batubara menjadi 4900 kal/g. Suhu yang tepat untuk mempertahankan kualitas batubara E4700 adalah ± 35 °C. Maka pengaruh perubahan suhu terhadap nilai total moisture nya adalah berbanding terbalik dan tidak terlalu signifikan. Kata-kata kunci: Suhu, Sampling, Total Moisture. PENDAHULUAN Salah satu efek potensi penimbunan batubara adalah mempengaruhi kualitas batubara tersebut. Kualitas batubara tersebut harus diperhatikan secara khusus agar mutu dan kualitas batubara tetap konsisten sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri. Batubara yang ditumpuk pada stockpile dapat terpapar langsung oleh panas matahari dan hujan, hal tersebut akan mempengaruhi kualitas batubara terutama nilai total moisture. Total moisture adalah banyaknya kandungan air yang terdapat pada batubara sesuai dengan kondisi di lapangan. Panas matahari dan hujan tersebut akan mempengaruhi suhu dari tumpukan batubara yang ada di stockpile, kemudian suhu yang terdapat pada tumpukan akan mengakibatkan bertambah serta menguapnya kandungan air yang ada pada batubara. Total moisture merupakan salah satu parameter penting untuk menentukan kualitas batubara. Untuk menjaga konsistensi batubara produk E4700 dapat diperhatikan dari cuaca panas dan hujan yang mempengaruhi suhu batubara, karena hal tersebutlah yang mendasari penulisan tugas akhir ini dengan judul “ Studi Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Nilai Total Moisture Batubara Produk E4700 Studi Kasus PT Adaro Indonesia ” METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Studi Literatur Studi literatur dalam pelaksaan pengamatan ini yaitu berguna untuk mencari bahan-bahan pendukung untuk menunjang dalam pengamatan. a. Pengumpulan teori mengenai kualitas total moisture batubara, prosedur sampling serta rumus perhitungan berat per increment batubara dan yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan penelitian ini berdasarkan dari buku-buku referensi, dan informasi penunjang lainnya. b. Pengumpulan tata cara uji suhu dan sampling dilapangan berdasarkan Standar Operasional Prosedur, Work Intruction dan Job Safety Analysis. 2. Pengamatan Lapangan Pengambilan data secara langsung ke area stockpile kelanis PT Adaro Indonesia, pada tanggal 1 Februari 2019 sampai 18 April 2019, ini dilakukan untuk mendapatkan data pengamatan di area stockpile meliputi: nilai suhu tumpukan batubara, jumlah increment sampel batubara, berat per increment, dan hasil pengujian TM (total moisture) batubara tersebut. a. Sampling Sampling (pemercontohan) merupakan proses pengambilan contoh. Sample (contoh) merupakan satu bagian yang mewakili atau satu bagian dari keseluruhan yang bisa mengambarkan berbagai karakteristik untuk tujuan inspeksi atau menunjukkan bukti – bukti kualitas, dan merupakan sebagian dari populasi statistic dimana sifat – sifatnya telah dipelajari untuk mendapatkan informasi keseluruhan. b. Rincian Increment Berdasarkan American Standard Testing and Material (ASTM) : 1) Jumlah Increment Jumlah Increment yang diperlukan dalam melakukan pengambilan sample berdasarkan pada berbagai faktor, yaitu: a) Ukuran / size. b) Jenis batubara.