Media Konservasi Vol. 24 No. 1 April 2019: 11-19 11 PENGGUNAAN TUMBUHAN JERANGO (Acorus calamus) UNTUK PENGOBATAN BERBAGAI PENYAKIT PADA DELAPAN ETNIS DI PROVINSI ACEH (Use of Jerango (Acorus calamus) for Various Diseases Treatment in Eight Ethnics in Aceh Province) RAHMA WIDYASTUTI 1) , GALUH RATNAWATI 2) DAN SARYANTO 3) 1,2,3) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Jl. Raya Lawu No. 11 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah Email: rahma.marwasti@gmail.com Diterima 17 Januari 2019 / Disetujui 18 April 2019 ABSTRACT Medicinal plants in Indonesia, many varieties in use in various regions, according to the local wisdom of each ethnic group. Jerango (Acorus calamus) is one of medicinal plants used for treatment. At RISTOJA in Aceh Province, Jerango is used by hattra for treatment. The aim of the study was to identify and describe the use of jerango for treatment by various ethnic groups in Aceh Province. The data used were data from RISTOJA research results from the Laboratory of Health Research and Development Agency Data Management. The variables analyzed were various types of diseases that could be treated using jerango potions and the ingredients parts of jerango used by hattra in 8 ethnic groups in Aceh province. The result is that there are 29 jerango herbs used for the treatment like cough, fever / heat, vitality disorders, HIV / AIDS, poisoning, ulcers, magic, diarrhea, childhood illness, venereal disease, pre / postpartum care, headaches, tumors / cancer, and hemorrhoids. Jerango is most widely used for the treatment of pre / postpartum care, cancer / tumors and childhood diseases and for the purposes of things related to magic. While the most widely used part of the jerango plant for treatment is the rhizome. Keywords: A. calamus, Aceh, Ristoja, ethnic ABSTRAK Tumbuhan obat di Indonesia, banyak ragam dalam penggunaan pada berbagai daerah, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing etnis. Jerango (Acorus calamus) adalah salah satu tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan. Dalam RISTOJA di Provinsi Aceh, jerango dimanfaatkan oleh hattra untuk pengobatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan jerango untuk pengobatan oleh berbagai etnis di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data hasil penelitian RISTOJA yang berasal dari Laboratorium Manajemen Data Badan Litbangkes. Variabel yang dianalisis yaitu macam penyakit yang dapat diobati menggunakan ramuan jerango dan bagian tanaman yang digunakan oleh hattra pada delapan etnis di provinsi Aceh. Hasilnya yaitu ada 29 ramuan jerango yang digunakan untuk pengobatan batuk, demam/panas, gangguan vitalitas, HIV/AIDS, keracunan, maag, magis, mencret, penyakit anak, penyakit kelamin, perawatan pra/paska melahirkan, sakit kepala, tumor/kanker, dan wasir. Jerango paling banyak digunakan untuk pengobatan perawatan pra/paska melahirkan, kanker/tumor dan penyakit anak serta untuk keperluan hal-hal yang berkaitan dengan magis. Bagian tanaman jerango yang paling banyak digunakan untuk pengobatan adalah rimpangnya Kata kunci: A. calamus, Aceh, Ristoja, etnis PENDAHULUAN Indonesia merupakan kawasan yang mempunyai beragam jenis tumbuhan obat (Mallaleng dan Karyanto, 2018) menyatakan bahwa tumbuhan obat di Indonesia disinyalir ada sekitar 30.000 tumbuhan, dengan 25% atau sekitar 7.500 jenis telah dilaporkan mempunyai khasiat herbal atau tanaman obat. Namun sampai saat ini, hanya sekitar 1.200 spesies yang telah dimanfaatkan untuk bahan baku obat tradisional atau jamu (PT. Sido Muncul 2015). Keberadaan hutan tropis di Indonesia menjadi faktor pendukung kuat ketersediaan bahan obat alam untuk kesehatan bangsa, yang dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai etnis dan suku bangsa yang mempunyai kearifan lokal beraneka ragam pula, termasuk dalam pemanfaatan tumbuhan obat untuk pengobatan tradisional (Sangat et al. 2000). Provinsi Aceh merupakan salah satu tempat dilaksanakannya Ristoja. Provinsi Aceh merupakan provinsi yang berada di ujung barat Indonesia. Masyarakatnya telah lama mengenal dan menggunakan tanaman obat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pengetahuan tentang penggunaan tumbuhan obat oleh etnis asli penting untuk perkembangan obat tradisional dan pengembangan obat-obatan modern melalui pendekatan pengetahuan lokal (Sari 2006). Setiap etnis mempunyai kekayaan dan keluhuran budaya yang berbeda, dimana setiap etnis mempunyai kearifan lokal masyarakat yang beraneka ragam, termasuk diantaranya kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan