33 DUKUNGAN SOSIAL MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA : REVIEW ARTICLE May Dwi Yuri Santoso RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Email: maydwiyurisantoso@gmail.com Abstract : Elderly is one of the developmental periods characterized by a decrease in physical, psychological and social functions. This decrease in function can reduce the quality of life of the elderly. To improve the quality of life of the elderly a social support is needed. The social support aims to help the elderly to fulfill their life needs. The purpose of this article review is to review various articles regarding social support for the quality of life of the elderly so that it can be used as information data so that the elderly do not experience problems of lack of attention or affection, feeling lonely, depressed and feeling useless, thus fulfilling their life needs. The method used is a scientific electronic bibliographic database of articles published through Google Scholar as many as 2,680,000 articles and from Google Scholar 6,320 articles, then 10 articles are selected. The results of a review of 10 articles that have been chosen state that social support improves the quality of life for the elderly. Social support is defined as the existence or presence of someone who is trustworthy, understanding, caring and loving, from the closest people such as children, family, and society that are needed by the elderly to live the rest of their lives because it is a support system for the elderly to be active amid the limitations experienced. Key words: Social Support, Quality of Life, Elderly Abstrak : Lansia merupakan salah satu masa perkembangan yang ditandai dengan menurunnya fungsi fisik, psikologis dan sosial. Penurunan fungsi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia diperlukan sebuah dukungan sosial. Dukungan sosial tersebut bertujuan untuk membantu lansia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan review article ini adalah untuk mengulas berbagai artikel mengenai dukungan sosial terhadap kualitas hidup lansia sehingga dapat dijadikan sebagai data informasi agar lansia tidak mengalami masalah kurang perhatian atau kasih sayang, merasa kesepian, depresi dan merasa tidak berguna, sehingga terpetuhinya kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Metode yang digunakan adalah database bibliografi elektronik ilmiah dari artikel yang telah dipublikasikan melalui Google Scholar sebanyak 2.680.000 artikel dan dari Google Cendekia sebanyak 6.320 artikel, kemudian dipilih 10 artikel. Hasil review dari 10 artikel yang telah dipilih menyatakan dukungan sosial meningkatkan kualitas hidup lansia. Dukungan sosial didefinisikan sebagai keberadaan atau adanya seseorang yang dapat dipercaya, memahami, memperhatikan dan mencintai, dari orang-orang terdekat seperti anak, keluarga, maupun masyarakat sangat diperlukan lansia dalam menjalani sisa hidupnya karena merupakan sistem pendukung bagi lansia untuk dapat terus aktif ditengah keterbatasan yang dialaminya. Kata kunci: Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, Lansia PENDAHULUAN Menua atau menjadi tua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahanakan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Nugroho, 2011). Menua adalah suatu keadaan yang akan terjadi didalam kehidupan manusia. Proses menua pada lansia mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yaitu sosial, ekonomi dan terutama kesehatan karena semakin bertambahnya usia seseorang maka fungsi organ tubuh juga akan semakin menurun. Menurut UU No. 13/Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia disebutkan bahwa lansia adalah seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun (Dewi. S.R, 2014). Lansia adalah tahap akhir dalam proses kehidupan yang akan terjadi banyak penurunan dan perubahan fisik, psikologi, sosial yang saling berhubungan satu sama lain, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun jiwa pada lansia (Cabrera. A.J, 2015). Pada masa lansia seseorang mengalami kemunduran fisik, mental, dan sosial sedikit demi sedikit sampai tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi sehingga bagi kebanyakan orang, masa tua merupakan masa yang kurang menyenangkan (Nugroho, 2011).