Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol. 5 No. 3 p-ISSN 2338-3240, e-ISSN 2580-5924 12 Analisis Pemahaman Konsep Vektor pada Siswa SMA Negeri 5 Palu Yuwarti, Marungkil Pasaribu, dan Amiruddin Hatibe Yuwarti.physics12@gmail.com Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu Sulawesi Tengah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep vektor pada siswa SMA Negeri 5 Palu. Responden penelitian terdiri dari 6 orang siswa kelas XII MIPA1. Data diperoleh melalui tes pemahaman konsep vektor berupa soal esai yang berjumlah 9 butir soal. Soal disusun berdasarkan 3 kategori pemahaman yaitu menerjemahkan yang diwakili oleh soal nomor 1, 2 dan 3, menafsirkan yang diwakili oleh soal nomor 4, 5, dan 6 serta mengekstrapolasi yang diwakili oleh soal nomor 7, 8 dan 9. Data penelitian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan merujuk jawaban yang diberikan responden dalam mengerjakan tes pemahaman konsep vektor dan juga berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep vektor siswa masih tergolong rendah. Siswa sudah dapat memahami dengan baik konsep vektor pada kategori menerjemahkan dan menafsirkan, akan tetapi dalam hal mengekstrapolasi kemampuan siswa masih sangat kurang. Untuk mengatasi rendahnya pemahaman vektor siswa, perlu perhatian dari pendidik serta dilakukan remediasi mengenai konsep vektor, khususnya vektor kinematika karena akan mempengaruhi pemahaman siswa pada jenjang berikutnya. Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Vektor. I. PENDAHULUAN Kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar guna untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai [1] . Tujuan pembelajaran fisika pada hakikatnya adalah untuk mengantarkan pemahaman siswa menguasai konsep-konsep dan keterkaitannya untuk dapat memecahkan masalah terkait dalam kehidupan sehari-hari. Menguasai memiliki arti bahwa pembelajaran fisika harus menjadikan siswa tidak sekadar tahu (knowing) dan hafal (memorizing) tentang konsep-konsep, melainkan harus menjadikan siswa mengerti dan memahami (to understand) konsep-konsep tersebut dan menghubungkan keterkaitan suatu konsep dengan konsep lain [2] . Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan kemampuan siswa yang baik dalam menguasai konsep pada mata pelajaran fisika. Konsep merupakan pemikiran seseorang terhadap suatu realita. Baik peserta didik maupun tenaga pendidik dapat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan- permasalahan fisika. Hal ini dikarenakan mereka kurang atau tidak menguasai konsepkonsep fisika, atau bahkan mengalami kesalahan dalam pemahaman konsep fisika tersebut. Salah satu materi yang harus dikuasai siswa dengan baik adalah vektor. Vektor merupakan suatu konsep yang berkaitan erat dengan materi lain pada fisika, seperti gerak, gaya, momentum, impuls, momen gaya, usaha, listrik, magnet, dan lain- lain. Vektor banyak digunakan dalam melakukan penyelesaian masalah dalam fisika. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi vektor. Dari 6 kelas, nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada saat tes besaran vektor adalah 69 [3] . Mahasiswa mengalami kesulitan memahami konsep vektor gaya dalam Hukum Newton yang meliputi kesulitan memahami konsep simbol matematis dan dalam memahami proyeksi vektor. Dari enam mahasiswa yang dijadikan responden, hanya satu mahasiswa yang menjawab pertanyaan tentang vektor dengan benar [4] . Mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah fisika dasar masih memiliki miskonsepsi dalam menguraikan komponen vektor dan kesulitan dalam perhitungan matematis dari perkalian silang dan perkalian titik suatu vektor [5] . Mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah mekanika mengalami kesulitan serius terhadap sketsa vektor satuan dalam arah vektor pada bidang koordinat Cartesius [6] . Selain itu, juga masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menjumlah dan mengurangkan vektor meskipun soal yang diberikan disertai dengan representasi panah [7] . Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut dapat diketahui bahwa masih terdapat banyak permasalahan yang dihadapi siswa dan mahasiswa dalam memahami konsep vektor.