Open Access Journal : https://ojs.unud.ac.id/index.php/mifi/index | 10 | HUBUNGAN KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN KECEPATAN WAKTU REAKSI AUDITORI PADA REMAJA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI DENPASAR TIMUR Ni Putu Ayu Dika Utami 1 , Ni Komang Ayu Juni Antari 2 , Ni Wayan Tianing 3 , Putu Ayu Sita Saraswati 2 1 Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2 Departemen Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 3 Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Udayana ayudikautami@gmail.com ABSTRAK Masa remaja merupakan masa seorang remaja mulai belajar bertanggung jawab atas keputusannya sendiri dan bisa menyelesaikan masalah dengan baik sehingga memerlukan kemampuan kognitif dan waktu reaksi auditori yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemampuan kognitif dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada remaja tingkat sekolah menengah atas negeri di Denpasar timur. Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasi dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2019 di SMAN 3 Denpasar dengan jumlah sampel 51 siswa dengan menggunakan metode cluster sampling. sampel diukur dengan menggunakan cognitive failure questionnaire (CFQ) lalu menggunakan tes waktu reaksi auditori yaitu millisecond software (simple auditory reaction time). Anilisis yang digunakan adalah analisi bivariat dengana uji pearson. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p= 0,017 dan r= 0,334 artinya bahwa adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada remaja tingkat sekolah menengah atas negeri di Denpasar timur namun memiliki hubungan yang rendah atau lemah. Kata kunci: kognitif, waktu reaksi, auditori, remaja THE RELATIONSHIP OF COGNITIVE ABILITY WITH THE SPEED OF AUDITORY REACTIONS TIME IN YOUTH LEVELS OF PUBLIC HIGH SCHOOL IN EAST DENPASAR ABSTRACT Adolescence is a period of a teenager who begin to learn to be responsible for his own decisions and solve the problems that require good cognitive ability and auditory reaction time. The purpose of this study to determine the relationship of cognitive abilities with speed auditory reaction time in young high- goverment school level in east Denpasar. This research used an analytical observation with cross sectional study design. This study was conducted in February 2019 at SMAN 3 Denpasar with 51 students as a sample by using cluster sampling method. the sample was measured by using cognitive failure questionnaire (CFQ) and then use the auditory reaction time test that is millisecond software (simple auditory reaction time). The analysis that used in this study were bivariate analysis with Pearson test. The results of the bivariate analysis showed the value of p = 0.017 and r = 0.334 means there is a significant correlation between cognitive ability with speed auditory reaction time in young high- Government School level of East Denpasar however it has low or weak relation. Keywords: cognitive, reaction time, auditory, teenager PENDAHULUAN Remaja merupakan generasi muda sebagai penerus bangsa. Definisi remaja menurut peraturan Menteri kesehatan republik Indonesia nomor 25 (2014) disebut pada pasal 1 ayat 7 bahwa remaja adalah kelompok umur 10 tahun sampai umur 18 tahun Masa ini seseorang sudah mampu berpikir abstrak mereka sudah mampu memahami objek tanpa objek tersebut harus ada didepan mereka, sudah mampu berpikir logis untuk menyusun rencana guna untuk menyelesaikan masalah dan mereka sudah mampu berpikir idealis. 1 Masa remaja dianggap sebagai periode penting karena banyak perubahan yang terjadi dari perubahan fisik atau mental yang akan berpengaruh pada individu itu sendiri, masa remaja juga dianggap sebagai periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa artinya sifat pada masa anak-anak harus mulai ditinggalkan, masa remaja sebagai periode perubahan baik perubahan emosi, perubahan tubuh, minat, pola perilaku, bersikap ambivalen pada perubahan mereka ingin bebas namun takut dengan kemampuan yang dimiliki untuk dapat bertanggung jawab mengatasi kebebasan tersebut, masa remaja juga sebagai periode bermasalah yang paling sering dialami oleh remaja, masa remaja sebagai masa mencari identitas karena cenderung menyesuaikan diri dengan lingkungan dibandingkan diri sendiri namun seiring waktu remaja akan memiliki identitas diri masing-masing yang khas, masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan karena remaja cenderung tidak simpatik dan takut untuk bertanggung jawab, masa remaja sebagai usia yang tidak realistic karena emosi yang labil dan belum matang, masa menuju masa dewasa yaitu perlu arahan dari orang yang berpengalaman karena disatu sisi mereka ingin menyesuaikan diri menjadi dewasa namun dilain sisi mereka tidak ingin melepaskan masa remaja. 2 Vol 8 No 2 (2020), P-ISSN 2303-1921 ORIGINAL ARTICLE