Open Access Journal : https://ojs.unud.ac.id/index.php/mifi/index | 5 | HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP DISFUNGSI EREKSI PADA PEGAWAI KANTOR DI KOTA DENPASAR Ida Bagus Komang Ari Krisnayana 1 , Ni Wayan Tianing 2 , Ari Wibawa 3 , M. Widnyana 4 1 Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2 Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 3,4 Departemen Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana gusmangari96@gmail.com ABSTRAK Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah rasio standar berat terhadap tinggi badan sehingga dapat melihat apakah seseorang memiliki massa tubuh yang ideal, terlalu kurus, kelebihan berat badan, atau obesitas. Pegawai kantor merupakan pekerjaan yang memiliki prevalensi berat badan berlebih dan obesitas tertinggi dibandingkan profesi lainnya. Kelebihan berat badan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah gangguan aktivitas seksual seperti disfungsi ereksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) berhubungan dengan disfungsi ereksi pada pegawai kantor di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan April 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 orang laki-laki yang sudah menikah dengan usia 30-40 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Indeks Massa Tubuh yang diukur menggunakan timbangan dan microtoise stature meter, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah disfungsi ereksi yang diketahui dengan menggunakan kuisioner IIEF-5. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu uji bivariat dengan Spearman’s Rho untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan, kekuatan hubungan dan arah hubungan. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05) dengan nilai r=0,520. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hubungan Indeks Massa Tubuh dengan disfungsi ereksi pada pegawai kantor di Kota Denpasar memiliki hubungan yang kuat, signifikan dan searah. Kata Kunci : indeks massa tubuh, disfungsi ereksi, pegawai kantor CORRELATION OF BODY MASS INDEX (BMI) WITH ERECTILE DYSFUNCTION IN OFFICE EMPLOYEES AT DENPASAR CITY ABSTRACT The Body Mass Index (BMI) is the standard weight to height ratio so you can see if someone has an ideal body mass, is too thin, is overweight, or obese. Office employees are jobs that have the highest prevalence of overweight and obesity compared to other professions. Being overweight can cause various health problems, one of which is a disruption of sexual activity such as erectile dysfunction. The purpose of this study was to prove that the Body Mass Index (BMI) was associated with erectile dysfunction in office employees in Denpasar City. This study used a cross- sectional analytical study design conducted in April 2019. The number of samples in this study was 58 married men aged 30-40 years. The sampling technique is done by purposive sampling technique. The independent variable in this study is the Body Mass Index measured using scales and microtoise stature meters, while the dependent variable in this study is erectile dysfunction which is known by using the IIEF-5 questionnaire. The data analysis technique is done by the bivariate test with Spearman's Rho to find out whether there is a relationship, the strength of the relationship and the direction of the relationship. The results showed the value of p=0.001 (p<0.05) with a value of r=0.520. Based on the results of these studies, it can be concluded that the relationship of the Body Mass Index with erectile dysfunction in office employees in the City of Denpasar has a strong, significant and direct relationship. Keywords: body mass index, erectile dysfunction, office employees Vol 8 No 2 (2020), P-ISSN 2303-1921 ORIGINAL ARTICLE