52 J.Pen.Transla Vol.18 No.2 November 2016 : 52-62 Potensi Pengembangan Pelabuhan Tarakan Untuk Konsolidasi Barang Bagi Wilayah Kalimantan Utara Dan Sekitarnya Tarakan Port Potencial Development For Cargo Consolidation Within North Kalimantan Region And Its Sourounding Johny Malisan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta Jl. Marunda-Makmur, Cilincing-Jakarta Utara 14150 email: johnmalisan@yahoo.com ABSTRAK Barang antar pulau-pulau kecil di Indonesia pada umumnya masih didominasi oleh general cargo, sedangkan untuk rute antar pelabuhan utama saat ini muali mengarah ke container cargo. Ini terjadi karena petikemas lebih efisien dan dapat menjaminan keamanan barang. Keunggulan tersebut perlu didukung sistem pengangkutan yang terencana agar konsolidasi barang di pelabuhan karena dampak positif yang ditimbulkan antara lain shipper akan memperoleh tarif yang rendah, dan shipping line memperoleh jaminan ketersediaan barang. Pelabuhan Tarakan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV akan dikembangkan menjadi pelabuhan tempat alih moda yang berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik. Pengembangan ini mengakibatkan pelabuhan Tarakan berpotensi menjadi pelabuhan konsolidasi muatan (container dan general cargo). Oleh karena itu, dilakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan opini responden utuk dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis IPA (Importance Performance Analysis). Dalam analisis ditemukenali 28 variabel yang terbagi kedalam 3 atribut pelayanan yakni sarana, prasarana dan sumberdaya manusia. Hasil analisi menunjukkan bahwa terdapat gap yang perlu perbaikan terhadap ketiga atribut tersebut. Perlu perhatian manajemen/pimpinan Pelabuhan Tarakan untuk mempersiapkan seluruh jajarannya, meningkatkan kapasitas dan kinerja fasilitas serta memperbaiki kelemahan yang ditemukan secara sistematis dan berkelanjutan agar mampu menghadapi persaingan dan dapat menekan biaya logistik yang di Indonesia masih termasuk tinggi. Kata kunci : konsolidasi muatan, kepuasan pelanggan, model analysis important performance (IPA) ABSTRACT The moving goods activity between small islands in Indonesia still dominated by general cargo, besides the route between main ports today is directed to container cargo. This thing happens because using container is more efficient and it can guarantee the security of the cargo. This excellence need to supported by well planed cargo consolidation in the port because it will give positive impact which is shipper will get cheap rate and shipping line will get conformity of goods stock. Tarakan Port which operated by PT (persero) Pelabuhan Indonesia IV will be developed into a switching transportation mode port that facing straight to Asia Pacific region. The development will make Tarakan port as a cargo consolidation port (container and general cargo). According to that, this research will collect the data with various techniques such as observation, interview, documentation, and respondent opinion. The data will be analyzed with quantitative approach and IPA (Importance Performance Analysis) method. Based on analysis there is 28 variables which can be spread in to three services folders such as tools, infrastructures, and manly resources. The analysis shows it needs comprehensives solutions to overcome the services problems. Attention from Tarakan port top management is needed to make an awareness of all employees so that the performance will increase and the weakness will be overcome. The solutions have to be systemic and sustainable so that Tarakan port will be able to face competition and able to push logistic fare in Indonesia that still the highest fare in the world. Keywords: cargo consolidation, customer satisfaction, IPA (Importance Performance Analysis) model Naskah diterima 06 Agustus 2016, diedit 14 Oktober 2016, dan disetujui terbit 30 November 2016