Indonesian Journal of Theology 7/1 (July 2019): 1-6 ARAH BARU PENDIDIKAN KRISTIANI DI INDONESIA? Sebuah Pengantar Editor Nindyo Sasongko Dalam pendahuluan bukunya Pedagogy of Hope, pendidik liberatif Paulo Freire menulis, “We are surrounded by a pragmatic discourse that would have us adapt to the facts of reality.” 1 Freire mengamati bahwa dunia kini berada dalam rengkuhan monarki ekonomi kapitalis. Semua dimensi kehidupan dipaksa menundukkan diri di hadapan otoritas pasar. Sektor-sektor yang vital bagi kehidupan masyarakat seperti politik, agama, pendidikan, menjadi tidak berdaya di bawah kemahakuasaan uang. Di sektor politik, telah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah yang menang Pemilu juga dituntut untuk berbagi jatah kekuasaan dengan para lawannya. Di sisi kegerejaan, tidak jarang pendeta dituntut oleh warga jemaatnya untuk mengkhotbahkan hal-hal yang menjawab kebutuhan hidup umat, yakni khotbah-khotbah yang ringan alih-alih tenggat-penatnya kehidupan umat dari hari ke hari. Dari sisi pendidikan, ukuran yang dikenakan terhadap sebuah sekolah kini adalah berapa banyak lulusannya segera mendapat pekerjaan. Melihat semua ini, tak dapat dipungkiri bahwa pasar telah menjadi semacam tuhan. 2 Tidak heran ketika Freire berniat menulis buku di atas, rekan- rekannya sempat meragu-ragukan dia. Akan tetapi, Freire adalah seorang yang berpengharapan. Ia berjuang melawan ketiadaan- harapan. Pengharapan yang Freire miliki adalah pengharapan yang tidak didasarkan pada optimisme butakeras kepala. Baginya, pengharapan adalah “sebuah kebutuhan ontologis.” Setiap manusia pasti memiliki sisi-sisi pengharapan dalam kehidupannya. Ketiadaan- 1 Paulo Freire, Pedagogy of Hope: Reliving Pedagogy of the Oppressed (New York: Continuum, 1994), 7. 2 Akhir-akhir ini, sarjana agama-agama dan teolog tertarik untuk melihat bagaimana pasar dan ekonomi kapitalis menjadi Tuhan. Lihat misalnya Harvey Cox, The Market as God (Cambridge: Harvard University Press, 2016); Devin Singh, Divine Currency: The Theological Power of Money in the West (Palo Alto: Stanford University Press, 2018); dan Kathryn Tanner, Christianity and the New Spirit of Capitalism (New Haven: Yale University Press, 2019).