SINERGI Vol.20, No.3, Oktober 2016: 213-222 DOAJ: http://doaj.org/toc/2460-1217 DOI: http://doi.org/10.22441/sinergi.2016.3.007 Aris Suryadi, Studi Harmonisa Arus dan Tegangan Listrik 213 STUDI HARMONISA ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK PADA KAMPUS POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA Aris Suryadi Teknik Elektro, Politeknik Enjinering Indorama Kembang Kuning, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41101 Email: aris.suryadi@pei.ac.id Abstrak -- Gangguan harmonisa yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Distorsi gelombang arus dan tegangan ini disebabkan adanya pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi kelipatan bulat dari frekuensi fundamentalnya. Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang aslinya sehingga terbentuk gelombang cacat yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang harmonik. Keberadaan beban non-linier yang terdapat pada Kampus Politeknik Enjinering Indorama sebagai sebagian penyumbang harmonisa yang terjadi diantaranya electronic ballast, variable frequency, thyristor ac power controllers (TCR), silicon controlled rectifier (SCR), serta adjustable speed drive (ASD) yang terdapat pada unit mesin Drawn Texture Yarn (DTY). Pengukuran dilakukan untuk melihat kandungan harmonisa arus dan tegangan listrik di Panel Room yang terdapatnya alat ukur Digital Power Meter Mikro DPM 380 selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut pada jam-jam tertentu. Sebagai perbandingan pengukuran dilakukan perbandingan dengan standar IEEE 519. 1992 sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik pda Kampus Politeknik Enjinering Indorama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kandungan harmonisa arus (% THDi) pada waktu rentang 2.4 % - 4.1% untuk standar 15 % masih berada diambang diizinkan dan harmonisa tegangan pada jam rentang (%THDv) 3.6 % - 26.6% untuk standar 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kandungan harmonisa tegangan pada Kampus Politeknik Enjinering Indorama berada diatas ambang batas yang di izinkan. Kata kunci: Harmonisa, Beban non-linier Abstract -- Harmonic disturbances that occur in the electricity distribution system due to the current and voltage waveform distortion. Current and voltage waveform distortion is caused by the formation of waves with frequencies integer multiples of the fundamental frequency. These waves then ride on the wave of the original so that defects formed waves that represent the number of purely momentary wave with harmonic waves.The existence of non-linear load contained in Polytechnic Campus Engineering Indorama as a partial contributor to the harmonics that occur include electronic ballasts, variable frequency, thyristor ac power controllers (TCR), silicon controlled rectifier (SCR), as well as adjustable speed drives (ASD) contained in Texture engine unit Drawn Yarn (DTY). Measures were taken to see the harmonic content of current and voltage in the presence of Room Panel measuring instrument Digital Power Meter Mikro DPM 380 for two (2) consecutive working days at certain hours. For comparison measurements were compared with standard IEEE 519. 1992 as an evaluation of the power quality in Polytechnic Campus Engineering Indorama.These results indicate that the current harmonic content (% THDi) in the range of 2.4% - 4.1% for the standard 15% are still on the verge of permitted and harmonic voltage on the time range (% THDv) 3.6% - 26.6% for the standard 5%. It is generally indicate that the harmonic content of the voltage at the Polytechnic Campus engineering Indorama is above the authorized threshold. Keywords: Harmonic, Non-linear load PENDAHULUAN Tingginya persentase kandungan harmonisa arus dan tegangan pada suatu sistem tenaga listrik dapat menyebabkan timbulnya beberapa persoalan harmonisa yang serius pada sistem tersebut dan lingkungannya (Liu et. al.,2016) (Antonino-Daviu et. al., 2015). Beberapa persoalan tersebut antara lain: terjadinya resonansi pada sistem yang merusak kapasitor kompensasi faktor daya. Selain itu, dapt juga menimbukan beberapa hal, seperti: mengakibatkan faktor daya sistem menjadi lebih buruk, menimbulkan interferensi terhadap sistem telekomunikasi, meningkatkan rugi-rugi sistem, menimbulkan berbagai macam kerusakan pada peralatan listrik yang sensitif, berakibatkan penggunaan energi menjadi tidak efektif (Syafrudin, 2004) (Wakileh, 2001).