Jurnal Integrasi Proses Vol. 6, No. 3 (Juni 2017) 116 - 122 116 Submitted : 24 February 2017 Revised : 27 April 2017 Accepted : 2 May 2017 PRODUKSI ASAM SITRAT OLEH Aspergillus niger PADA KULTIVASI MEDIA CAIR Kirana Sanggrami Sasmitaloka 1* 1 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor, Indonesia, 16114 * Email: kirana.sanggrami@gmail.com Abstrak Asam sitrat merupakan asam organik yang banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetik, pertanian, dan kimia. Asam sitrat dapat diproduksi melalui proses fermentasi mikroorganisme penghasil asam sitrat. Aspergilus niger merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat digunakan pada proses produksi asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses produksi asam sitrat oleh Aspergillus niger menggunakan kultivasi media cair. Pengamatan dilakukan terhadap pH, biomassa, gula sisa (substrat sisa), absorbansi, total asam dan rendemen (yield) yang dihasilkan. Sumber karbon yang digunakan adalah gula pasir, sedangkan sumber nitrogen yang digunakan adalah (NH4)2SO4. Hasil penelitian menunjukkan produksi asam sitrat maksimum sebesar 11,904 g/l pada hari ke-4, laju pertumbuhan spesifik maksimum sebesar 0,03 hari-1, Yp/x adalah 1,881 g asam sitrat/g biomassa, Yp/s adalah 1,881 g asam sitrat/ppm substrat, dan Yx/s adalah 0,016 g biomassa/ppm substrat. Kata Kunci: Asam Sitrat, Aspergillus niger, Kultivasi Cair Abstract Citric acid is the most widely used organic acid in food, beverage, pharmacy, cosmetics, agriculture, and chemical industries. Citric acid can be produced by fermentation of microorganisms producing citric acid. Aspergillus niger is a microorganism which can be used in production of citric acid. This research aimed to study the process of citric acid’s production by Aspergillus niger using submerged cultivation medium. Observations were carried out on the pH, biomass, residual sugar (residual substrate), absorbance, total acid and yield. Carbon source used was sugar, while nitrogen source used was (NH4)2SO4. The results showed maximum citric acid production was 11,904 g/l on day-4, maximum specific growth rate was 0,03 on day-1, Yp/x 1,881 g citric acid/g biomass, Yp/s 1,881 g citric acid/ppm substrates, and Yx/s 0,016 g biomass/ppm substrates. Keywords: Aspergillus niger, Citric Acid, Submerged Cultivation 1. PENDAHULUAN Asam sitrat merupakan salah satu produk komersial yang penting di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, 65% konsumsi asam sitrat berada di industri makanan dan minuman, 20% berada di industri deterjen rumah tangga dan sisanya berada di industri tekstil, farmasi, kosmetik dan lainnya. Besarnya pemanfaatan asam sitrat pada industri makanan dan minuman karena sifat asam sitrat menguntungkan dalam pencampuran, yaitu kelarutan relatif tinggi, tak beracun dan menghasilkan rasa asam yang disukai. Kegunaan lain, yaitu sebagai pengawet, pencegah kerusakan warna dan aroma, menjaga turbiditas, penghambat oksidasi, penginvert sukrosa, penghasil warna gelap pada kembang gula, jam dan jelly, pengatur pH. Asam sitrat dapat diproduksi melalui ekstraksi sederhana, proses fermentasi menggunakan mikroorganisme, dan proses sintesa secara kimia. Proses ekstraksi sederhana telah lama ditinggalkan seiring dengan pengembangan metode fermentasi. Sedangkan sintesa secara kimia belum bisa sepenuhnya diterima konsumen karena faktor keamanan pangan produk yang dihasilkan. Produksi JURNAL INTEGRASI PROSES Website: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jip