Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) DOI: 10.25126/jtiik.202072380 Vol.7, No. 5, Oktober 2020, hlm. 1041-1050 p-ISSN: 2355-7699 AkreditasiKEMENRISTEKDIKTI, No.36/E/KPT/2019 e-ISSN: 2528-6579 1041 ANALISIS KESIAPAN KERJA MAHASISWA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 MENGGUNAKAN SOFT-SYSTEM METHODOLOGY Anthony* 1 , Eko Sediyono 2 , Ade Iriani 3 1,2,3 Magister Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Email: 1 972017002@student.uksw.edu, 2 eko@uksw.edu, 3 ade.iriani@uksw.edu *Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 15 Agustus 2019, diterima untuk diterbitkan: 07 Oktober 2020) Abstrak Revolusi industri 4.0 membawa dampak yang cukup besar untuk sekarang ini, seperti untuk pekerjaan dan pendidikan. Banyak siswa ditemukan, berkuliah tidak sesuai dengan minat dan bakat mereka, salah di jurusan mereka atau tidak memiliki basis pengetahuan yang cukup, sehingga membuat mereka terlihat seperti tidak memiliki niat mengikuti kuliah. Hal ini menjadi salah satu hambatan untuk mahasiswa dalam mempersiapkan diri lebih baik sebelum memasuki dunia kerja. Dari permasalahan diatas, peneliti menggunakan pendekatan Soft- System Methodology (SSM) untuk mendeskripsikan masalah kesiapan kerja mahasiswa di era Revolusi Industri 4.0. Untuk mendukung penelitian ini, peneliti juga menerapkan literasi revolusi industri 4.0 yang dapat digunakan oleh mahasiswa agar semakin siap menghadapi dunia kerja industri 4.0. Untuk data collection dalam penelitian ini, dilakukan dengan teknik observasi, wawancara serta penyebaran angket. Selanjutnya setelah proses SSM dilakukan peneliti melakukan analisa statistik dari data angket yang telah disebarkan. Analisis statistik ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak mahasiswa yang sudah siap dan kurang siap. Hasil penelitian ini adalah rekomendasi mengenai tindakan yang perlu dilakukan mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja revolusi industri 4.0 dan juga informasi mengenai mahasiswa yang siap dan kurang siap memasuki dunia kerja yang diperoleh dari hasil analisis statistik. Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, Literasi Revolusi Industri 4.0, Soft- System Methodology ANALYSIS OF STUDENTS WORKING READINESS IN INDUSTRIAL REVOLUTION ERA 4.0 BY USING SOFT-SYSTEM METHODOLOGY Abstract Industrial Revolution 4.0 brings considerable impacts for now, such as for work and education. Many students found, studying in the major that is not suitable with their interest and talent, take the wrong major, or don’t have sufficient basic knowledge. Therefore it makes them seem not to have intention in following the lectures. It becomes an obstacle for the university students to prepare themselves better before entering the workforce. From the above problems, the researcher uses Soft System Methodology approach to describe the working readiness of university students in Industrial Revolution 4.0 era. In order to support this research, the researcher also applies Industrial Revolution 4.0 literacy which can be used by the students to make them better prepared to face the workforce of Industrial Revolution 4.0. Meanwhile for the data collection in this research, it is done by observation, interview and questionnaire. Furthermore, after SSM process is done, the researcher conducts statistical analysis from the questionnaire that has been spread before. The statistic analysis is intended to find out how many students are ready or not. Result of this research is recommendations about actions that should be taken by the students to be more prepared to enter the workforce of Industrial Revolution 4.0.and information about student that was ready or not entering workforce from statistic analysis. Keywords: Industrial Revolution 4.0, Industrial Revolution 4.0 Literacy, Soft-System Methodology 1. PENDAHULUAN Revolusi industri 4.0 pertama kali dikemukakan oleh seorang Kanselir Jerman, bernama Angela Merkel. Yang menyatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah transformasi komprenehsif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional (Merkel, 2014). Dari hal tersebut dapat terlihat bahwa era ini merupakan era yang penuh peluang dan tantangan.