GENRE Vol. 2 No. 1 Tahun 2020 | 01 – 04 1|GENRE UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN GENRE http://journal2.uad.ac.id/index.php/genre/index Pemelajaran kosakata bahasa indonesia bagi penutur asing: adaptasi pesantren Shifa Fauziyah Renhoat a,1* , Itah Faitah b,2 , Nina Yunita c,3 , Ahmad Fadly d,4 a Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta b Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta c Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta d Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta 1 shifafauziyahrenhoat@gmail.com * ; ita.faitah@gmail.com; ninayudini23@gmail.com; ahmadfadly@umj.ac.id *korespondensi penulis Informasi artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima Revisi Dipublikasikan : Januari 2020 : Januari 2020 : 25 Februari 2020 Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif tawaran model pemelajaran kosakata yang diadaptasi dari model pemelajaran di pesantren. Observasi yang dilakukan selama bulan Juni 2019 dan wawancara kepada narasumber yang telah menganyam pendidikan pesantren serta metode intruspeksi diterapkan dalam kajian ini. Dalam lingkungan pesantren, khususnya pesantren modern, pemelajaran kosakata dilakukan dengan cara praktis. Ketarampilan berbicara pada konteks terkini difokuskan dalam pesantren modern. Dalam tradisi pesantren, khususnya pesantren tradisional, pemelajaran kosakata diutamakan pada penguatan istilah- istilah keilmuan, terutama yang tertuang pada teks-teks klasik (kitab kuning). Dalam model pemelajaran paduan, yang umumnya diterapkan di semipesantren, pemelajaran kosakata dilakukan pada dua jalur: jalur klasik dan praktis. Kajian ini menawarkan konsep pemelajaran dengan basis pemetaan kosakata berdasarkan kebutuhan dan relasi antara pemelajar dan pengajar BIPA. Kata kunci: kosakata BIPA pesantren ABSTRACT Key word: vocabulary BIPA Islamic boarding school (pesantren) This study aims to provide an alternative offer of vocabulary learning models adapted from learning models in pesantren. Observations made during June 2019 and interviews with informants who have woven pesantren education and intruspection methods were applied in this study. In the pesantren environment, especially modern pesantren, vocabulary learning is done in a practical way. Speaking skills in the current context are focused on modern pesantren. In the pesantren tradition, especially traditional pesantren, vocabulary learning takes precedence over the strengthening of scientific terms, especially those contained in classical texts (kitab kuning). In the combination learning model, which is generally applied in semipesantren, the vocabulary learning is carried out on two lines: the classical and practical paths. This study offers the concept of learning on the basis of vocabulary mapping based on the needs and relationships between learners and BIPA teachers. Pendahuluan Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Saat ini penggunaaannya tidak sebatas oleh bangsa Indonesia, tetapi juga Warga Negara Asing (WNA). Berbagai Proses penguasaan bahasa anak tidak lepas dari peran orang tua yang berperan merespon segala percakapan yang diungkapkan anaknya. Orang dengan kecacatan rungu wicara mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan berfikir karena mereka mengalami hambatan dalam penguasaan bahasa sehingga kemampuan mewujudkan ke dalam lambang-lambang bahasa pun terganggu. Seseorang dapat berbahasa harus ditunjang oleh fungsi pendengaran yang baik, sebab pemerolehan bahasa terbentuk melalui proses