Jurnal Ilmiah TEKNOBIZ Vol. 9 No.2 33 ANALISIS KEKUATAN VELG ALUMINIUM ALLOY 17 INC DARI BERBAGAI DESAIN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA). Fahd Riyal Pris 1 , Budhi M Suyitno 1 , Amin Suhadi 1 1 Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila, Srengseng Sawah Jagakarsa, DKI Jakarta, 12640, Indonesia ABSTRAK Pelek adalah bagian unit kendaraan yang berfungsi sebagai penahan/penopang beban kendaraan pada saat keadaan diam, serta sebagai penerus gerak putar dari mesin untuk memindahkan kendaraan dari satu tempat kepada tempat yang lain. Pelek kendaraan ini adalah untuk kendaraan roda 4 dengan bahan baku utama adalah aluminium serta dipadukan dengan bahan lain (alloy) dengan paduan aluminium alloy 1060. Pada pelek ini melalui beberapa tahapan proses pengujian untuk mengetahui kekuatan pada saat static dan dinamik. Adapun proses analisa yang dilakukan dengan metode perhitungan yang disesuaikan dengan literature dari SNI 1869 -2008 tentang standar pelek kendaraan bermotor, serta mempergunakan simulasi system software komputansi SOLID WORK 2017. Pada proses SOLID WORK dilakukan dengan simulasi static, torsi, dan FEA (Finite Element Analysis). Pelek yang dilakukan pada analisis terdiri dari tipe 1, 2, dan 3. Hasil yang diperoleh dari analisa perhitungan dan pengujian secara matematis adalah hampir mendekati dari system analisis komputansi. Dari beberapa pelek yang telah dilakukan pengujian secara soft ware SOLID WORK 2017, penulis memperoleh hasil pelek 2, yang lebih unggul dari tipe 1 dan 3. Keunggulan pelek tipe berupa nilai displacement sebesar 8.576e-3 mm (pada simulasi static), Von Mises Stress sebesar 9.629e+7 N/m2, displacement sebesar 2.189e-1 mm, strain sebesar 8.832e-4 (pada simulasi torsi), dan displacement sebesar 2.311e-2 mm (pada simulasi FEA). Kata Kunci: Alloy, Aluminium FEA, Pelek, Strain, Stress ABSTRACT The rim is a vehicle unit that functions as a retaining / supporting vehicle load when it is stationary, and as a successor to the rotary motion of the engine to move the vehicle from one place to another. This vehicle rim is for 4-wheeled vehicles with the main raw material being aluminum and combined with other materials (alloys) with a 1060 aluminum alloy alloy. In this rim through several stages of the testing process to determine the strength when static and dynamic.The analysis process with a calculation method that is adjusted to the literature of SNI 1869-2008 on motorized rim standards, and uses SOLID WORK 2017. The SOLID WORK process is done by static simulation, torque, and FEA (Finite Element Analysis). The rims carried out in the analysis consist of types 1, 2, and 3. The results obtained from the analysis of calculations and mathematical testing are almost close to the computational analysis system. From several rims that have been tested by SOLID WORK 2017 soft ware, the authors obtained rim results 2, which are superior to type 1 and 3. The advantages of type rims are displacement values of 8.576e-3 mm (in static simulation), Von Mises Stress amounting to 9.629e + 7 N/m2, displacement of 2.189e-1 mm, strain of 8.832e-4 (in torque simulation), and displacement of 2.311e-2 mm (in FEA simulation). Keywords : Alloy, Aluminum, FEA, Rim, Strain, Stress, I. PENDAHULUAN Pelek atau Velg merupakan salah satu komponen otomotif yang terus mengalami kemajuan desain, dan terlebih lagi banyak mengutamakan estetikanya. Oleh karenanya dibutuhkan desain baru dari sebuah pelek yang dapat memenuhi keinginan para konsumen. Namun perlu kita perhatikan bahwa desainnya haruslah memenuhi kriteria pengujian. Sebuah pelek, layak untuk diproduksi apabila telah memenuhi tahapan pengujian. Jumlah permintaan pelek di Indonesia terus meningkat, baik modifikasi pelek maupun kebutuhan suku cadang standar kendaraan merek tertentu. Salah satu masalah yang terjadi adalah variasi pelek modifikasi yang sangat beragam yang tentu saja harus di standarisasi demi keamanan dan kenyamanan pengendara. Pelek merupakan komponen penting yang mentransmisikan daya dari kendaraan ke roda. Jenis pembebanan dapat berupa beban statis maupun beban dinamis. Adapun beban dinamis sudah di standarisasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).