JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2019, 02, 60-68 DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.27206 Potensi Ekstrak Terpurifikasi Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz &Pav) Sebagai Antioksidan Dan Antibakteri Ika Buana Januarti * , Rina Wijayanti, Sri Wahyuningsih dan Zahrotun Nisa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung *email korespondensi : bjanuarti@unissula.ac.id Abstrak: Salah satu tanaman asli Indonesia yang sudah dimanfaatkan secara empiris sebagai antiseptik, antikanker dan menyembuhkan infeksi adalah sirih merah. Aktivitas ini berasal dari senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Sirih merah diekstraksi purifikasi untuk menghilangkan zat-zat ballast yang dapat mempengaruhi kemampuan metabolit sekunder dalam menghasilkan aktivitas biologis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui potensi antioksidan dan antibakteri ekstrak terpurifikasi daun sirih merah. Potensi antioksidan diuji dengan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazyl) yang menghasilkan nilai IC50. Potensi antibakteri diuji melalui metode difusi sumuran. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak menunjukkan nilai IC50 53,91 ppm. Hasil uji potensi antibakteri menunjukkan bahwa adanya hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 pada konsentrasi ekstrak 50% dan 100%. Kesimpulan dari studi penelitian ini adalah ekstrak memiliki potensi antioksidan yang kuat dan antibakteri. Kata kunci: Sirih merah; Ekstrak terpurifikasi; Antioksidan; Antibakteri Abstract. Antioxidant and Antibacterial Potency of Purified Extract Red Betle Leaves (Piper crocatum Ruiz &Pav). One of Indonesian plants that has been used empirically as an antiseptic, anticancer and cure infection is red betel. This activity is derived from secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, saponins, and essential oils. Red betel was extracted and purified to remove ballast substances that could affect the ability of secondary metabolites in producing biological activity. The purpose of this study was to determine the antioxidant and antibacterial potential of purified red betel leaf extract. Testing the antioxidant activity using the DPPH method (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazyl). Antibacterial potential was tested through the diffusion well method. The results are purified extracts of red betel leaves have a strong antioxidant activity indicated by IC50 values of 53.91 ppm. The antibacterial potential test showed that extract concentrations of 50% and 100% could inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. The conclusion was the purified extract of red betel leaf has strong potential as an antioxidant and antibacterial. Keywords: Red betel; Purified extract; Antioxidant; Antibacterial 1. Pendahuluan Masyarakat Indonesia telah menggunakan sirih merah (Piper crocatum Ruiz &Pav) secara empiris sebagai pengobatan dengan cara merebus bersama dengan air. Adapun penelitian tentang daun sirih merah yang disari dengan pelarut polar antara lain oleh Fimani, Azizahwati and Mun’im (2010), Safithri and Fahma (2008) dan Wicaksono et. al. (2009)