50
JST 8 (1) (2019)
JURNAL SENI TARI
Terakreditasi SINTA 5
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst
Ritual pada Paguyuban Kuda Lumping Wahyu Turonggo Panuntun di
Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung
Putri Fatmasari Agustin
1
, Joko Wiyoso
Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas
Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel
Diterima : 10 Mei 2019
Disetujui : 22 Juni 2019
Dipublikasikan : 23 Juli
2019
________________
Keywords:
Ritual; Kuda Lumping;
Meaning
_________________
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi ritual dilaksanakan dan
menganalisis makna ritual bagi anggota paguyuban Kuda Lumping Wahyu Turonggo Panuntun.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa : 1) prosesi ritual dilaksanakan dua kali yaitu rutin pada malam Selasa
Kliwon dan malam Jumat Kliwon dan ritual sehari sebelum pertunjukan. Ritual dilaksanakan di
dua tempat yaitu sendang, dimana dalam sendang melakukan aktivitas memandikan properti kuda
dan dilanjutkan dengan memanjatkan doa di pepundhen dengan membawa sesaji dan properti
kuda. Perbedaan dari kedua ritual hanya terletak pada waktu pelaksanaan, ritual rutin
dilaksanakan pada pukul 00.00 WIB sedangkan ritual sebelum pertunjukan yang terpenting
adalah malam hari, 2) makna ritual bagi anggota adalah untuk permohonan izin, dan
keselamatan.
Abstract
The study aimed to know and describe the ritual processions and to analyze the meaning of ritual to members
of groups. This research used the qualitative methods with phenomenology approach. The results show that 1)
the ritual procession was performed twice as a routine rituals Selasa Kliwon and Jumat Kliwon and ritual
before performance. The ritual is performed in two places, in sendang which bathing the horse’s property and
prayers in pepundhen which bought a sesaji and horse property. The difference between the two rituals only in
the time of execution, the routine ritual was performed in the midnight, but the ritual before performance the
most important performed in the night, 2) the meaning of ritual for group members are to request permission,
and safeness.
© 2019 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Gedung B2 Lantai 1 FBS Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Email : putrifatmasari.agustin@yahoo.com
ISSN 2503-2585