TEMA UTAMA 57 Jurnal Studi Kepolisian | Edisi 081 | Februari - Mei 2014 Membangun Kinerja Positif Organisasi Melalui Integritas Kepemimpinan Vita Mayastinasari* Abstrak Kinerja positif organisasi terbangun melalui pemimpin yang tepat. Setiap pemimpin menghadapi tiga variabel penting, yaitu: orang yang dipimpin, tugas yang dijalankan oleh orang-orang yang dipimpin/ personel organisasi;, dan lingkungan tempat orang dan tugas tersebut berada. Kepemimpinan tidak dapat terpisahkan dari kekuasaan. Pengaruh kekuasaan mencakup tiga hal, yaitu: komitmen, kepatuhan dan perlawanan. Kekuatan dan pengaruh seorang pemimpin merupakan aspek penentu keberhasilan kepemimpinannya. Kata Kunci : Kinerja, Organisasi, Kepemimpinan Tanpa Integritas, Motivasi Menjadi Berbahaya Tanpa Motivasi, Kapasitas Menjadi Tak Berdaya Tanpa Kapasitas, Pemahaman Menjadi Terbatas Tanpa Pemahaman, Pengetahuan Tidak Ada Artinya Tanpa Pengetahuan, Pengalaman Menjadi Buta Kinerja positif dibangun dari personal/ pribadi yang utuh. Pribadi yang utuh memiliki integritas, motivasi, kapasitas, pemahaman, pengetahuan dan pengalaman. Kinerja didefnisikan oleh Hale sebagai: “doing meaningful work in efective and efcient ways 1 (melakukan pekerjaan yang berarti dengan cara yang efektif dan efsien). Kinerja sebagai hasil dari perilaku juga dinyatakan oleh Ivancevich, Konopaske dan Matteson: “the desired results of behavior 2 1 Judith A Hale, Performance-Based Management: What Every Manager Should Do to Get Results (San Francisco: John Wiley & Sons, Inc., 2004), p. 2. 2 John M. Ivancevich, Robert Konopaske and Michael T. (hasil yang diharapkan dari perilaku). Kinerja (job performance) juga merupakan fungsi dari: 1) Kapasitas untuk melakukan, yang berkaitan dengan derajat hubungan proses dalam individu yang relevan antara tugas dengan keahlian, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman; 2) Kesempatan melakukan yang berkaitan dengan ketersediaan peralatan dan teknolgi; 3) Kerelaan untuk melakukan hubungan dengan hasrat dan kerelaan untuk menggunakan usaha mencapai kinerja, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Gambar 1. Matteson,Organizations Behavior and Management, 8nd Edition (Singapore: McGraw-Hill/Irwin, 2008), p. 170. Membangun Kinerja Positif Organisasi Melalui Integritas Kepemimpinan * Dr. Vita Mayastinasari, M.Si ; Dosen pada STIK - PTIK, pengampu mata kuliah Perilaku Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia.