PERAN GURU DALAM MENGATASI ANAK PEMALU DI TK ASMAUL HUSNA KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR Wanda Mingga Pangarti¹⁾, Dadan Suryana²⁾ ¹⁾ Mahasiswa Magister Jurusan PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang ²⁾ Dosen Magister Jurusan PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus Air Tawa, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25131. Telp.(0751)44375 Email: minggapangarti@gmail.com , dadan.suryana@yahoo.com ABSTRACT This article aims to describe the role of teachers in dealing with shy children. concluded that; (1) The teachers know the definitions, characteristics, who are shy children in their group, and what are the roles of the teacher in overcoming shy children. (2) Teachers overcome shy children by guiding, helping children who have difficulty carrying out activities, getting children to appear in front of the class, giving advice, being role models, motivating (giving rewards), communicating with parents to get information on children's behavior in home, discussing with colleagues to overcome shy children. (3) The obstacles experienced by the teacher in overcoming shy children come from the attitude of the child who is silent, difficult to communicate with, does not want to ask questions when they do not understand, does not want to answer questions from the teacher, and is difficult to appear in front of friends so that the teacher finds it difficult to see potential children, it is difficult to transfer knowledge (especially social development). Keywords: The Role of Teacher, Shy Child ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam mengatasi anak pemalu. disimpulkan bahwa; (1) Guru-guru mengetahui definisi, ciriciri, siapa saja anak pemalu di kelompoknya, dan apa saja peranan guru dalam mengatasi anak pemalu. (2) Guru-guru mengatasi anak pemalu dengan cara membimbing, membantu anak yang kesulitan melaksanakan kegiatan, membiasakan anak tampil di depan kelas, memberikan nasehat, menjadi tauladan, memotivasi (memberikan reward), melakukan komunikasi dengan orang tua untuk mendapatkan informasi perilaku anak di rumah, berdiskusi dengan teman sejawat untuk mengatasi anak pemalu. (3) Hambatan yang dialami oleh guru dalam mengatasi anak pemalu berasal dari sikap anak yang banyak diam, sulit diajak berkomunikasi, tidak mau bertanya ketika tidak mengerti, tidak mau menjawab pertanyaan dari guru, dan sulit tampil dihadapan teman-teman sehingga guru sulit melihat potensi anak, sulit mentransfer ilmu (khususnya perkembangan sosial). Kata Kunci: Peran Guru, Anak Pemalu