Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Volume 11, Nomor 2, Agustus 2018; p-ISSN: 2085-6539, e-ISSN: 2242-4579; 149-172 KONSEP PROFESIONALITAS GURU PERSPEKTIF MASYARAKAT PESANTREN DI MADRASAH DINIYAH PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Syuhud Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia E-mail: syuhudlu@gmail.com Wiwin Sugianto Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia E-mail: wiwinsugianto1988@gmail.com Abstrak: Peningkatan kompetensi guru menentukan kualitas pengajarannya sekaligus kualitas pendidikannya. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme tersebut, misalnya dengan melakukan sertifikasi guru, mengadakan pelatihan dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah (continuous professional development), mengadakan program pendidikan profesi guru dan lain sebagainya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren, dan bagaimana implementasi profesionalitas guru di Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Jatiroto Lumajang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren meliputi, kedewasaan bersikap, loyalitas tinggi dan pakar dalam bidang keilmuan agama. Loyalitas dan kepakaran menjadi hal yang paling urgen di madrasah diniyah berbasis pesantren. Loyalitas dapat muncul karena pesantren secara eksplisit membentuk karakter kepribadian santri sebagai orang yang taat kepada pimpinannya (baca; kiai). Begitu pula kepakaran, sekalipun tidak ada standar baku, pesantren memiliki distingsi tersendiri dalam menseleksi guru- guru yang akan mengajar. Secara implementatif di madrasah diniyah Miftahul Ulum,profesionalismeguru dilakukan dengan upaya pembentukan Badan Pengelola Soal (BPS), penugasan guru terlebih dahulu dan membentuk kegiatan diklat halaqoh. Kata Kunci: Profesionalitas Guru, Masyarakat Pesantren. Pendahuluan Islam sebagai agama universal memberikan pedoman dalam menjalani kehidupan bagi manusia menuju kebahagian di dunia dan akhirat, yang pencapaiannya sangat bergantung pada pendidikan. Oleh karena itu, Islam dan pendidikan sangat mempunyai hubungan yang sangat erat. Hubungan itu bersifat organis-fungsional; dimana pendidikan difungsikan sebagai alat untuk mencapai keislaman, dan Islam menjadi kerangka dasar serta pondasi pengembangan