Nama : Novan sapira Kelas. : 2B Fikom Nim : 20.01.051.044 UAS. : Teori komunikasi Mereview jurnal Judul : Tembora sebuah perjalanan visual Penulis : Aka Kurnia S F¹ , M Syukron Anshori² Publikasi : hp://jurnal.uts.ac.id Reviewer : Novan sapira Latar belakang : mengingat kembali pasca letusan gunung Tambora dan mengenal daya tarik gunung Tambora masa kini yang menarik minat para pecinta alam photography Isi : Gunung Tembora meletus pada April 1815 sehingga berdampak pada perubahan iklim dunia dan bencana alam yang banyak memakan korban saat itu , setelah letusannya gunung tersebut kehilangan seperga tubuhnya , Kenggian saat ini Tambora2.851 meter dpl. Diameter kawah sekitar 6.000 meter, dengan luas 2.826 hektare, dalam 1.000 meter. Luasnya setara dengan 60 lapangan sepak bola. Sampai sekarang status Tambora masih sebagai stratovolcano akf dan membentuk kaldera kering terbesar di Indonesia .Thomas Stamford Raffles Gubernur Hindia Timur (Hindia Belanda) yang merupakan kepanjangan tangan Kerajaan Inggris, Letusan Tambora pertama kali terdengar Pada tanggal 5 April 1815, diiku dengan suara gemuruh (letusan) yang terdengar sampai ke beberapa daerah Indonesia, diantaranya di Makassar, Sulawesi (yang berjarak 380 km dari gunung Tambora), Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1.260 km), dan Ternate di Maluku (1400 km). Suara letusan ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2.600 km) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan meriam musuh. Pada pagi hari tanggal 6 April 1815, abu vulkanik mulai jatuh di Jawa Timur dengan suara letusan baru berakhir pada tanggal 12 April 1815. Catatan Rafles, dalam bukunya The History Of Java (2014:3);“Ledakan pertama yang, ledakan pertama yang didengar di Pulau Jawa adalah di malam hari Pada tanggal 5 April; terdengar ap 15 menit sekali sampai keesokan harinya tanggal 16., Suara yang pertama terdengar mirip dengan dengan bunyi meriam di kejauhan,sehingga kami mengira itu adalah pasukan dari Djocjocarta [Yogyakarta(ed.)] yang sedang diserang musuh, dan di sepanjang pantai mulai dilakukan pencarani kapal yang diserang.Tambora Merubah Wajah DuniaLetusan Tambora mencapai lapisan stratosfer, dan menyebar seluas satu juta kilometer persegi atmosfer bumi, membentuk payung aerosol yang menghalangi sinar matahari untuk jatuh ke bumi, yang membuat eropa mengalami musim dingin yang berkepanjangan.(terj), Change; Jakarta, I 2015)Setahun setelah Tambora meletus, menyebabkan perubahan iklim ekstrem, menjadikan suasana kegelapan dan meningkatnya suhu dingin di benua Eropa pada musim semi dan musim panas dalam rentang tahun 1816-1817, oleh warga Inggris waktu itu menyebutnya sebagai year without a summer, tahun tampa musim panas, dan wargaNew England, Amerika Serikat menjulukinya sebagai “eighteen hundred and froze to death”.Pada musim semi dan musim panas tahun 1816, sebuah kabut kering terlihat di mur laut